Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

[Tanpa judul]

 

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN STEM DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA MATERI SUHU DAN KALOR SISWA KELAS XI MIPA 5 SMA NEGERI 1 PREMBUN


Lindawati, S.Pd

SMA Negeri 1 Pembun

Jl. Wadaslintang 12 Prembun, Kecamatan Prembun Kebumen

                                              surat elektronik : info@sman1prembun.sch.id 

 

ABSTRAK

 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk peningkatan hasil belajar Fisika dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM pada materi Suhu dan kalor pada peserta didik. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun semester 1. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 36 siswa. Objek penelitian adalah penerapan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM, dan hasil belajar. Dalam penelitian ini digunakan beberapa siklus melalui empat tahapan proses kegiatan yang meliputi (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 12,45 yakni dari 70,65 pada siklus I menjadi 83,1   pada siklus II dengan daya serap 83,1%. Berdasarkan hasil siklus I dan II serta faktor lain, bahwa dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada materi Suhu dan kalor dapat meningkatkan hasil belajar Fisika pada peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun.

 

Kata Kunci : model pembelajaran, Project Based Learning, STEM, hasil belajar

 

 


PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan proses untuk membangun manusia dalam mengembangkan dirinya agar dapat menghadapi segala perubahan dan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya, selain itu pendidikan dilakukan dengan terencana untuk mewujudkan pembelajaran, suasana belajar dan proses belajar, agar dapat membantu peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sendiri.


Demi mendukung tercapainya tujuan Pendidikan Nasional, pemerintah melalui Depdiknas sebagai pelaksana dan penyelenggara Pendidikan Nasional, seperti dengan cara penyempurnaan kurikulum, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, penyelenggaraan program Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), seminar, peraturan, dan pelatihan guru tentang proses belajar mengajar, serta perbaikan metode pembelajaran. Sekolah merupakan suatu instansi atau lembaga pendidikan yang


mampu berperan dalam mengarahkan peserta didik sehingga memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan dengan menekankan kegiatan mendidik dan mengajar. Sehingga pembelajaran dapat mengubah peserta didik dari yang tidak tahu menjadi tahu serta merubah tingkah laku yang positif.

Perlu disadari bahwa upaya meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik menjadi tugas dan tanggung jawab praktisi pendidikan terutama peran guru. Guru dituntut dapat berperan aktif sebagai fasilitator, mediator dalam menuntun dan mengarahkan peserta didik dalam pembelajaran, sehingga dapat tercapai tujuan yang diharapkan. Selain itu, guru merupakan tenaga pendidik yang secara langsung terlibat dalam proses belajar mengajar di kelas, dan guru sebagai pendidik yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sebagai ujung tombak dalam meningkatkan mutu pendidikan, sehingga guru dituntut untuk memiliki berbagai kompetensi yang diperlukan agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Dari hasil Pengalaman mengajar di kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun pada mata pelajaran Fisika terungkap bahwa :

(1)     Penguasaan peserta didik terhadap materi suhu dan kalor yang diajarkan lemah,

(2)     Tugas yang diberikan tidak selesai tepat waktu,

(3)     Proses pembelajaran kurang menarik perhatian peserta didik.

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa penguasaan materi suhu dan kalor pada mata pelajaran fisika belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), maka perlu dilaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Berdasarkan pengalaman mengajar yang dilakukan oleh peneliti pada bidangstudi fisika di kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun Tahun Pelajaran 2020/2021, dimana dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran fisika, model pembelajaran yang diterapkan oleh guru mata pelajaran fisika kurang variatif dan inovatif bagi peserta didik.

Pelaksanaanya dalam model pembelajaran yang kurang variatifdan inovatif yang diterapkan oleh guru, hanya beberapa peserta didik yang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, sisanya tidak aktif mengikuti pembelajaran yang berlangsung di kelas, kebanyakan peserta didik mengalami kebosanan karena model pembelajaran yang diterapkan hanya berpusat pada guru, dan beberapa faktor lainnya seperti lingkungan yangkurang kondusif yang diakibatkan oleh kebisingan orang diluar kelas karena jarak ruangan dengan parkiran sangat dekat.


Hal tersebut mengakibatkan peserta didik kurang minat dalam mengikuti proses pembelajaran yang sedang berlangsung, yang berdampak terhadap menurunnya hasil belajar peserta didik di kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun.

Peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep materi pembelajaran pada materi suhu dan kalor. Dalam pembelajaran hanya beberapa peserta didik yang cukup aktif menjawab pertanyaan dari guru dan sebagian besar masih kurang aktif dalam menjawab, bertanya maupun melakukan suatu kegiatan. Masih sedikitnya peserta didik yang aktif dalam pembelajaran dikarenakan peserta didik masih kurang terbiasa terlibat dalam pembelajaran, peserta didik masih kurang terlibat secara aktif dalam belajar baik secara mental, fisik dan emosional, sehingga peserta didik menjadi pasif dan malu bertanya mengenai materi yang kurang dipahami.

Dengan melihat hasil belajar yang kurang           memuaskan                 pada                mata pelajaran fisika, Maka peneliti      ingin     mencoba menggunakan                          model pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning di kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1, dengan model pembelajaran yang lebih menarik      untuk   peserta didik                dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas,


yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM (Science, Technology,Engineering, and Mathematics), peneliti berharap dengan menerapkan model pembelajaran tersebut, peserta didik akan menjadi lebih aktif didalam mengikuti proses pembelajaran, serta dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Alasan             memilih             Model Pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM sebagai model pembelajaran dalam proses pembelajaran bidang studi fisika, karena dalam pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM dapat memberikan manfaat kepada peserta didik yaitu, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah, selain itu juga dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan rasa saling menghormati, dan menghargai pendapat orang lain, serta dalam proses pembelajaran peserta didik dapat menjadi lebih aktif, karena dalam proses pembelajaran       dengan    menggunakan model   pembelajaran Project    Based Learning   dengan pendekatan STEM pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru saja.

Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk mengadakan PenelitianTindakan Kelas Penerapan Model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada materi Suhu dan kalor dalam upaya meningkatkan hasil belajar Fisika pada peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2020/2021.

 

METODE PENELITIAN

 

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas pada kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian tindakan ini di kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun karena adanya masalah yang dirasakan oleh guru. Waktu penelitian dilaksanakan pada Semester 2 (genap) yakni bulan Januari sampai dengan Februari 2021.

Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun Tahun Pelajaran 2020/2021, yang berjumlah 36 orang peserta didik, yang terdiri dari 10 orang peserta didik laki- laki dan 26 orang peserta didik perempuan. Objek penelitian adalah penerapan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM, dan hasil belajar.

Dalam penelitian ini menggunakan beberapa siklus untuk meningkatkan kemampuan memahami materi suhu dan kalor melalui empat tahapan proses kegiatan yang meliputi

(1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan,    dan    (4)   evaluasi    dan refleksi.

Dalam mengumpulkan data dengan metode tes, dan observasi. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila memenuhi kriteria keberhasilan. Kriteria keberhasilan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kriteria keberhasilanyang diterapkan di sekolah tempat penelitian yaitu di kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

 

HASIL PENELITIAN

Sebelum peneliti menerapkan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM, peneliti terlebih dahulu mengadakan refleksi awal. Refleksi awal dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran fisika dengan cara melakukan observasi dan dokumentasi nilai ulangan harian peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun


Tabel 1 Klasifikasi dan Persentase Hasil Belajar Awal, Siklus I, dan Siklus II Peserta Didik Kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun

 

Kategori

Nilai

Hasil Awal

Siklus I

Siklus II

 

 

Jumlah

Persentase

Jumlah

Persentase

Jumlah

Persentase

85-100

Sangat

Baik

-

-

2

orang

6%

18

orang

50%

75-84

Baik

4

Orang

11 %

8

orang

22%

18

orang

50%

65-74

Cukup

17

Orang

48 %

15

orang

42%

-

0%

41-64

Kurang

15 Orang

41 %

11

orang

30%

-

0%

0-40

Sangat

Kurang

-

-

-

0%

-

0%

Jumlah

36

Orang

100%

36

100%

36

100%

 

     Pada table 1 menunjuk.kan bahwa tidak ada peserta didik (0%) dikategorikan pada tingkat sangat baik, 4 orang peserta didik (11%) dikategorikan pada tingkat baik, 17 orang peserta didik 48%) dikategorikan pada tingkat cukup, 8 orang peserta didik (41%) dikategorikan pada tingkat kurang, dan tidak ada peserta didik (0%) dikategorikan pada tingkat sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwakemampuan peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun dalam pelajaran fisika kurang memuaskan. Pada table 1 pada siklus I juga menunjukkan bahwa 2 orang peserta didik (6%) dikategorikan pada tingkat sangat baik, 8 orang peserta didik (22%) dikategorikan pada tingkat baik, 15 orang peserta didik (42%) dikategorikan pada tingkat cukup, 11 orang peserta didik (30%) dikategorikan pada tingkat kurang , dan tidak ada peserta didik (0%) dikategorikan pada tingkat sangatkurang. Dari tabel pada siklus II menunjukkan bahwa 18 orang peserta didik (50%) dikategorikan pada tingkat sangat baik, 18 orang peserta didik (50%) dikategorikan pada tingkat baik, tidak ada siswa (0%) dikategorikan pada tingkat cukup, tidak ada siswa (0%) dikategorikan pada tingkat kurang, dan tidak ada peserta didik (0%) dikategorikan pada tingkat sangat kurang.


Tabel 2 Rekapitulasi Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun Tahun Pelajaran 2020/2021

 

Nama

Nilai Awal

Nilai Siklus I

Nilai Siklus II

 

 

 

 

Jumlah

1282

1413

1662

Rata-Rata

64,1

70,65

83,1

 

Pada siklus I, skor rata-rata peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun dalam mata pelajaran Fisika adalah 64,1 dengan daya serap 64,1%. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 6,55 yakni dari 64,1 pada refleksi awal menjadi 70,65 pada siklus I. Jumlah peserta didik yang tuntas pada siklus I adalah 25 orang peserta didik (70%) dan 11 orang peserta didik (30%) tidak tuntas. Apabila nilai tersebut diklasifikasikan dan dipresentasikan maka dapat dilihat bahwa 2 orang peserta didik (6%) dikategorikan pada tingkat sangat baik, 8 orang peserta didik (22%) dikategorikan pada tingkat baik, 15 orang peserta didik (42%) dikategorikan pada tingkat cukup, 11 peserta didik (30%) dikategorikan pada  tingkat kurang


PEMBAHASAN

    Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan selama dua siklus menunjukkan peningkatan hasil belajar Fisika peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun. Pembahasan ini bertujuan untuk melihat keterkaitan antara komponen satu dengan komponen yang lainnya. Pada pembahasan ini akan disajikan hasil belajar Fisika peserta didik setelah penerapan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM. Selain menyajikan hasil belajar fisika pada materi suhu dan kalor, dalam pembahasan ini juga akan disajikan mengenai aktivitas peserta didik selama mengikuti proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM. Proses penelitian menggunakan penerapan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatanSTEM untuk meningkatkan hasil belajar fisika kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun terjadi perubahan yang signifikan terhadap hasil belajar, hal ini ditandai dengan peningkatan hasil belajar peserta didik (1) Pada refleksi awal pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun sebanyak 21 peserta didik yang tuntas dan 15 peserta didik yang belum tuntas, dengan hasil rata-rataHasil belajar siswa 70,56 dan daya serap 64,1%. (2) Pada siklus I pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun sebanyak 25 orang peserta didik yang tuntas dan 11 orang peserta didik belum tuntas, dengan hasil rata-rata hasil belajar peserta didik 70,65 daya serap 70,65%, dan persentase aktivitas peserta didik sebesar 51,12% yang tergolong cukup aktif. (3) Pada siklus II pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun sebanyak 36 orang yang sudah tuntas, dengan hasil rata-rata hasil belajar peserta didik 83,1 daya serap 83,1%, dan persentase aktivitas peserta didik sebesar 63% yang tergolong aktif.

Hasil aktivitas yang diperoleh dapat dilihat dari perbandingan jumlah dan persentase siswa dalam setiap indikator aktivitas pada siklus I dan II. Hasil ini menggambarkan persentase aktivitas peserta didik selalu meningkat setiap

siklus. Pada siklus II, rata-rata persentase aktivitas peserta didik mengalami peningkatan sebesar 11,88% yaitu dari 51,12% pada siklus I menjadi 63,00% pada siklus II. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan maka aktivitas peserta didik pada siklus II tergolong aktif. Terjadi peningkatan persentase aktivitas peserta didik menunjukkan bahwa pada setiap tahapan siklus sudah mampu membuatpeserta didik menjadi aktif dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning denganpendekatan STEM. Pada siklus II, skor rata-rata peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun dalam mata pelajaran Fisika adalah 83,1 dengan daya serap 83,1%. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata hasil belajarpeserta didik sebesar 12,45 yakni dari 70,65 pada siklus I menjadi 83,1 pada siklus II. Jumlah peserta didik yang tuntas pada siklus II adalah 36 orang peserta didik (100%). Apabila nilai tersebut diklasifikasikan dan dipresentasikan maka dapat dilihat bahwa 18 orang peserta didik (50%) dikategorikan pada tingkat sangat baik, 18 orang peserta didik (50%) dikategorikan pada tingkat baik, tidak ada peserta didik (0%) dikategorikan pada tingkat cukup, tidak ada peserta didik (0%) dikategorikan pada tingkat kurang, dan tidak ada peserta didik (0%) dikategorikan pada tingkat sangat kurang.

Mata pelajaran Fisika memiliki karakteristik menciptakan sesuatu yang baru dalam pemecahan masalah kehidupan nyata yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain serta sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya, dan berusaha yang cocok dengan karakteristik model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM dengan cara kerja kelompok dan kerjasama peserta didik dapat menggunakan lembar kegiatan dan saling membantu untuk menuntaskan   materi   belajarnya,    serta juga saling bertukar informasi mengenai hal-hal yang diketahuinya. Selain itu faktor sekolah  sebagai  pendukung ketuntasan   belajar   siswa   mengenai sarana dan prasarana pada XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun adalah sekolah yang   cukup efektif, yang memfasilitasi siswa  belajar sehingga efektivitas berkorelasi dengan tingkat keunggulan pencapaian hasil belajar peserta didik, di tunjang dengan karakteristik peserta didik XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun yang mengerjakan dengan tekun tugas yang diberikan, ulet menghadapi pertanyaan yang  sulit       dari    temannya,      tidak    memerlukan dorongan dari luar untuk motivasi  belajar, ingin mendalami bahan   atau   bidang pengetahuan yang   diberikan, dan      dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya kalau  di yakini  itu benar.    Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Project Based  Learning     dengan    pendekatan  STEM  (Science, Technology, Engineering,   and   Mathematics)    pada  materi   Suhu      dan      kalor   dapat meningkatkan hasil belajar Fisika peserta didik.

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan telah dipaparkan selama dua siklus, dimana masing- masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan.  Proses   penelitian menggunakan penerapan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM untuk meningkatkan hasil belajar fisika kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun terjadi perubahan yang signifikan terhadap hasil belajar fisika pada materi suhu dan kalor, hal ini ditandai dengan peningkatan hasil belajar peserta didikpada tiap siklus. Jadi penerapan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM (Science,  Technology, Engineering, and Mathematics) pada materi Suhu dan kalor dapat meningkatkan hasil belajarFisika peserta didik kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Prembun Tahun pelajaran 2020/2021.

 

SARAN

Guru diharapkan secara berkala diberikan program pendidikan melalui workshop, maupun pelatihan-pelatihan mengenai strategi pembelajaran, model- model pembelajaran dan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan model pembelajaran yang sesuai digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil dan keaktifan peserta didik. Dalam melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM diperlukan persiapan yang matang, dan guru


diharapkan mampu mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model pembelajaran pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan STEM agar hasil belajar fisika yang diperoleh optimal.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto,. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

 

Chail Achjar dan Latuconsina Hudaya. 2008. Pembelajaran Berbasis Fitrah. Jakarta : PT. Balai Pustaka (Persero).

 

Depdiknas. 2004. Kurikulum Hasil Belajar. Jakarta : Depdiknas.

Hakim    Thursan.    2010.    Belajar Secara  Efektif. Jakarta : Pustaka                                   

 Jihad             dan         Harris.  2012.            Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta.Multi Presindo

 Nailul Khoiriyah, 2018. Implementasi Pendekatan Pembelajaran STEM Untuk Meningkatkan

Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMK Pada Materi Gelombang Bunyi. FKIP Lampung, Bandar Lampung.

 

Noordiyah. 2012.Tingkat Kesukaran Tes dan Daya Pembeda Soal. Artikel. Diambil dari pada tanggal 27 januari     2015,     dari            https://noordyah.wordpress     .com/2012/01 /07/tes -uraian-dan- analisis-tes-uraian

 

RuSMKn. 2011. Model-model Pembelajaran. Jakarta : PT. Grafindo Persada.adayaNusantara.

 

Hamidi. 2007. Sosiologi Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat. Bandung : PT. Setia Purna Inves.

 

Harmianto. Sri dkk. 2012. Model- model     Pembelajaran Inovatif. Bandung:Alfabeta.

 

Ika            Meysiswati.            2012. Implementasi               model pembelajaran              STAD

(Student                      Teams Achievement Division) sebagai       upaya meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar


Sanjaya Wina. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

 

Shoimin.2014.68 Model Pembelajaran Innovatif     dalam  Kurikulum 2013.Yogyakarta.Ar-uzz Media

 Suryani.       2012.      Strategi       Belajar Mengajar.       Yogyakarta : Ombak.

 Sutriyono,            2012.           Efektivitas Pembelajaran Suhu dan Kalor DenganStrategi

Group Investigation Berbantuan CD            Interaktif Kelas XSM Negeri Semarang.       Jurnal Penelitian        Pembelajaran Fisika  ISSN : 2086-     2407 Vol. 3 No. April 2012


Posting Komentar untuk " "