MENJAGA IMUNITAS KELUARGA DI MASA PANDEMI
Memasuki bulan ke-7 pandemi covid di
Indonesia, kita dihadapkan pada kondisi
yang sangat memprihatinkan. Fasilitas kesehatan mulai kolaps. Ruang
rawat RS mulai penuh dan tenaga kesehatan mulai kelelahan. Belum lagi tenaga
kesehatan yg jumlahnya sangat tinggi yg juga ikut menjadi korban dalam pandemi
ini. Kapasitas makam juga semakin menyempit karena banyaknya korban yg
meninggal dunia. Belum lagi keterpurukan ekonomi yg kita alami yg diprediksi
akan lebih parah dibanding krisis ekonomi pada tahun 2008. Apa yg bisa kita
persiapkan utk menghadapi ini semua?
Tingkat penularan ini juga awalnya global transmitted. Dari satu negara
masuk ke negara lainnya. Selanjutnya berkembang menjadi local transmitted (diantara orang2 yg berada dlm 1 wilayah setelah
ada yg positif covid). Dan saat ini sudah individual transmitted, penularan
langsung dr individu ke individu.
Sebagaimana kita ketahui covid 19
merupakan jenis baru coronavirus yg sdh lama ada. Sebelumnya sdh ada jenis SARS,
MERS yg tingkat mortalitasnya tinggi tetapi penularannya rendah, sehingga hanya
berkembang/endemik di daerah tertentu. Covid 19 memiliki karakter sebaliknya, tingkat mortalitas/menyebabkan kematian
lebih rendah tetapi penularannya sangat tinggi. Sehingga dalam sekejap
menjadi pandemi di seluruh dunia sampai hari ini.
Sebagai seorang muslim kita harus
menjadikan Al Qur,an sebagi sumber
rujukan pertama (tidak terbantahkan) di tangan kanan dan ilmu pengetahuan di
tangan kiri kita. Sehingga dalam menghadapi pandemi ini kita selalu
memiliki sikap optimistis, berbaik sangka kepada Allah dan meyakini bahwa tidak
ada penyakit yg menimpa manusia kecuali atas izin Allah SWT.
Dalam dunia kesehatan kita memiliki 4
tahap :
1.
Promotif
Berupa promosi atau penyuluhan/edukasi.
2.
Preventif
Pencegahan penyakit. Mencegah lebih
baik dr mengobati. Misal menghindari konsumsi gula yg berlebihan agar terhindar
dr diabetes
3.
Kuratif
Pengobatan. Jika sdh sakit berobat ke
faskes.
4.
Rehabilitasi
Orang yg sakit diharapkan bisa sehat
spt semula, tp pada kenyataannya ada sakit2 tertentu yg setelah kuratif dan rehabilitatif tidak bisa kembali spt
semula, contohnya stroke. Byk pasien stroke yg misalnya tetap mengalami
lumpuh/kelemahan anggota tubuh meskipun sdh diobati.
Rata2 orang Indonesia memiliki sikap
kuratif dalam menyikapi masalah kesehatannya. Dia akan berpikir utk berobat
ketika sakit tapi abai di aspek preventif/pencegahan. Covid 19 sebagaimana
penyakit infeksi lainnya yg disebabkan oleh bakteri, jamur atau mikro organisme
lainnya insyaa Allah dapat kita cegah jika kita melakukan tindakan preventif
dengan tepat. Diantaranya adalah protokol kesehatan ketat berupa 3 M
1. Memakai masker
2. Mencuci tangan
dengan sabun dan air mengalir atau HS
3. Menjaga jarak
Disamping itu kita juga dapat
menghindari penyakit dengan memperkuat imunitas/sistem kekebalan tubuh kita. Makanan
memainkan peran utama dalam sehat/sakitnya seorang manusia. Perut adalah gudang penyakit. Mengendalikan
perut adalah puncak segala obat. Rasulullah saw bersabda makanlah disaat
lapar, berhentilah sebelum kenyang. Obat
di masa depan adalah makanan (sehat). Di dalam tubuh kita terdapat
jundullah (tentara Allah) yang namanya mikrobiota. Tubuh manusia memiliki 10 T
sel tubuh dan 100 T mikrobiota yang 85% berada dalam usus kita. Apa yg kita makan saat ini hrs
diorientasikan utk membangun imunitas internal kita, bukan apa yg kita mau/apa
yg kita sukai.
Apa yg harus kita makan utk membangun
imunitas kita?
1.
Konsumsi
7 kelompok besar tumbuhan dan 1 kelompok hewani yg bisa kita jadikan batu bata
utk membangun imunitas internal kita, yaitu :
Ø Biji2an/serealia
Ø Umbi2an
Ø Kacang2an
Ø Sayuran
Ø Buah2an
Ø Bunga2an
Ø Rempah2an
2. Mengkonsumsi probiotik, prebiotik dan
sinbiotik yg sealami mungkin.
Ø Probiotik : flora/makanan yg klau
dikonsumsi meningkatkan mikrobiota dlm usus kita, contohnya yoghurt, kefir.
Ø Prebiotik : makanan yg meningkatkan
kondusifitas lingkungan tempat mikrobiota hidup yaitu 7 kelompok tumbuhan dan 1
kelompok hewani
Ø Sinbiotik : prebiotik + probiotik
Dalam QS Al Baqarah ayat 61 yang
berbunyi:
وَإِذْ قُلْتُمْ يَٰمُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَٰحِدٍ فَٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ مِنۢ بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ ٱلَّذِى هُوَ أَدْنَىٰ بِٱلَّذِى هُوَ خَيْرٌ ۚ ٱهْبِطُوا۟ مِصْرًا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلذِّلَّةُ وَٱلْمَسْكَنَةُ وَبَآءُو بِغَضَبٍ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلنَّبِيِّۦنَ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata:
"Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja.
Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami
dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang
putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah
kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke
suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu
ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat
kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari
ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian
itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
Referensi:
https://tafsirweb.com/370-quran-surat-al-baqarah-ayat-61.html
Jika
diuraikan, akan terbagi menjadi 5 jenis, yaitu:
Ø Serealia
Ø Sayuran hijau tua
Ø Kelompok mentimun, melon, semangka
Ø Kacang2an
Ø Bawang2an
3. Mengkonsumsi probiotik, probiotik dan
sinbiotik dlm bentuk suplemen.
Jadi untuk membangun imunitas internal,
ada beberapa hal yang perlu kita lakukan dan perhatikan, yaitu:
1. Bahan makanan
2. Probiotik,
prebiotik, sinbiotik yg alami
3.
Probiotik, prebiotik, sinbiotik dlm bentuk suplemen
Posting Komentar untuk "MENJAGA IMUNITAS KELUARGA DI MASA PANDEMI"