Vila Atis Sebagai Sarana Praktikum Di Tengah Pandemi Covid-19
Vila Atis Sebagai Sarana Praktikum Di Tengah Pandemi Covid-19
Oleh: Rahmayanti Ratnasari, S.Pd (Guru Biologi SMA Negeri 2 Purbalingga)
Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya sedang
menghadapi pandemi virus corona atau yang dikenal dengan COVID19 (Corona Virus
Disease 2019). Banyak kegiatan yang harus dibatalkan atau diubah menjadi bentuk
daring (dalam jaringan). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberlakukan
surat edaran No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam
Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Berdasarkan surat
edaran tersebut satuan pendidikan memutuskan untuk bekerja dari rumah (Work
From Home) sehingga proses pembelajaran dilakukan secara daring atau
pembelajaran jarak jauh.
Hal ini tentu menjadi tantangan yang besar untuk mata
pelajaran praktikum. Poin utama proses pembelajaran praktikum adalah aktivitas
di laboratorium, dimana peserta didik dilatih untuk pengembangan keterampilan
(skill) sebagai aplikasi dari pengetahuan (knowledge) yang telah diperoleh di
kelas. Ketiadaan proses praktikum dalam pembelajaran di laboratorium pada masa
pandemi Covid-19 membutuhkan alternatif solusi agar proses transfer
keterampilan tetap bisa berlangsung. Bentuk alternatif ini dapat berupa
pemanfaatan Vila Atis (Virtual
Laboratorium Asyik dan Gratis) dari Rumah Belajar sebagai sarana
pembelajaran.
Menurut Saraswati & Mertayasa (2020) Virtual
Laboratorium dipilih agar peserta didik tetap merasakan suasana praktikum
luring sehingga proses pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi yang
bermanfaat bagi pembentukan karakter, penguatan literasi, peningkatan
kompetensi, dan pengayaan kurikulum tetap berjalan. Selain itu, Virtual
Laboratorium juga relatif lebih mudah dan murah dibandingkan laboratorium
konvensional, dan dapat menjangkau banyak orang dibanyak tempat.
Berbeda dari Virtual Laboratorium lainnya, Vila Atis
di bawah naungan Rumah Belajar ini telah
menggunakan instruksi bahasa Indonesia dan dapat diakses secara online maupun
offline dengan menggunakan laptop, komputer, maupun handphone tanpa dipungut
biaya (gratis). Penggunaan melalui laptop dan komputer dapat dilakukan dengan
menggunakan Portal Rumah Belajar sedangkan penggunaan melalui handphone
dilakukan dengan pengunduhan aplikasi melalui Google Play Store. Praktikum
dengan sarana Vila Atis tergolong lebih aman dibandingkan dengan praktikum
fisik karena hanya berhadapan dengan handphone dan laptop , eksperimen bisa
dilakukan lebih cepat, dan waktu yang lebih fleksibel.
Pemanfaatan Vila Atis sebagai sarana praktikum perlu
ditunjang dengan tahapan pembelajaran yang bermakna sehingga pembelajaran dapat
dirasakan lebih asyik oleh peserta didik. Tahapan tersebut dapat dimulai dengan:
Pertama, menentukan tema Sustainable Development Goals (SDG’s). Kedua, membangun
skenario belajar (Building scenario). Ketiga, melakukan kegiatan Pra-praktikum.
Keempat, melakukan kegiatan praktikum menggunakan Vila Atis. Kelima, refleksi
pembelajaran.
SDG’s adalah target pembangunan berkelanjutan sebagai
solusi dari permasalahan dunia. SDG’s dirumuskan secara partisipatif oleh
perakilan Negara yang tergabung dalam United Nation. Beberapa hal yang
mendasari pentingnya SDG’s dalam pembelajaran sebagai tema antara lain dalam
SDG’s terdapat permasalahan yang real, dapat membentuk empati peserta didik
terhadap permasalahan kemanusiaan, serta akan membentuk sikap saat praktikum.
Menurut Laurie, Nonoyama-Tarumi, Mckeown, & Hopkins (2016) mengatakan bahwa
Education for Sustainable Development
berkonstribusi banyak untuk menciptakan pendidikan berkualitas baik di sekolah
dasar, menengah, maupun perguruan tinggi.
Menurut Sadia (2013) mengatakan penting bagi seorang
guru untuk menyusun skenario pembelajaran sebagai salah satu upaya mewujudkan
pelayanan di bidang pendidikan guna membangun pendidikan bermutu yang titik
tekannya ada pada pendidikan karakter. Membangun skenario belajar (Building
scenario) dengan sarana Vila Atis dapat dilakukan dengan memberikan empat
penugasan. Penugasan tersebut terdiri dari formatif pertama, formatif kedua,
formatif ketiga, dan sumatif (personal project).
Pra-praktikum yang dilakukan sebelum peserta didik
menggunakan Vila Atis. Kegiatan pra-praktikum dimulai dengan tahapan: Pertama,
guru menyediakan Lembar Kegiatan Peserta Didik dibagikan satu minggu sebelum kegiatan
praktikum. Kedua, peserta didik membuat diagram alir (
flow chart) yang berisikan tahapan penggunaan Vila Atis sebagai sarana
praktikum dan hal-hal yang akan dilakukan selama praktikum berlangsung. Ketiga,
penjelasan fitur dalam Vila Atis karena setiap fitur dalam praktikum digunakan
dengan cara yang berbeda-beda.
. Dalam kegatan refleksi pembelajaran guru dapat
menanyakan beberapa pertanyaan reflektif terkait jalannya proses praktikum.
Peserta didik diminta untuk melakukan re-instropeksi terhadap hal-hal yang
terjadi selama proses praktikum sehingga dapat digunakan sebagai bahan
perbaikan kegiatan praktikum kedepannya.
Posting Komentar untuk "Vila Atis Sebagai Sarana Praktikum Di Tengah Pandemi Covid-19"