Best Practice Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
Penulis : Havid Noor Pamungkas
|
Lokasi |
SMA
Negeri 1 Tengaran |
|
Lingkup Pendidikan |
Sekolah Menengah Atas (SMA) |
|
Tujuan yang ingin
dicapai |
Meningkatkan minat dan motivasi siswa pada mata pelajaran Fisika
pada materi Momentum dan Impuls |
|
Penulis |
Havid
Noor Pamungkas, M.Pd. |
|
Tanggal |
02 Maret – 03 April 2022 |
|
Situasi: Kondisi yang menjadi dasar dalam permasalahan, mengapa best practice ini penting untuk dibagikan,
dan apa peran dan tanggung jawab dalam metode ini. |
Kondisi yang menjadi latar
belakang permasalahan. Siswa dengan minat dan motivasi yang rendah untuk memahami fisika
merupakan salah satu permasalahan yang berada di SMA Negeri 1 Tengaran.
Selain persoalan tersebut, siswa juga memiliki tingkat penalaran dan analisis
yang rendah, sehingga siswa kesulitan menyelesaikan soal-soal bertipe HOTS.
Ciri dari masalah ini adalah siswa kurang bersemangat dalam mengikuti
kegiatan belajar mengajar, sehingga kemampuan menguasai mata pelajaran
rendah, hasil belajar siswa rendah, siswa tidak aktif ketika ditanya tentang
topik, siswa menunjukkan ketidakpedulian tentang fisika. Kesulitan memahami
pelajaran dapat disebabkan oleh banyak hal, baik dari guru maupun siswa,
seperti ketidakmampuan guru menggunakan model dan metode pembelajaran, guru
kurang percaya diri dalam mengajar, guru terlalu santai. Dengan metode
pengajaran yang belum bisa beradaptasi dengan perubahan kurikulum dan
kepribadian siswa, siswa mengevaluasi model dan metode yang digunakan guru
saat mengajar sehingga membuat siswa mengantuk dan bosan. Keadaan ini
diperparah dengan kurangnya penggunaan media dan model pembelajaran inovatif
oleh guru di kelas. Peran dan tanggung jawab guru Dengan adanya permasalahan tersebut,
sebagai seorang guru, ia memiliki peran dan tanggung jawab untuk mengatasi
permasalahan tersebut. Dalam hal ini, peran guru adalah menyusun RPP,
menyiapkan bahan ajar, membuat LKS untuk siswa, menerapkan model pembelajaran
inovatif seperti problem based learning (PBL), dan menerapkan pendekatan
saintifik dan TPACK. Dengan penerapan model ini, siswa lebih termotivasi dan
dapat meningkatkan kemampuan penalaran dan analisisnya dalam menyelesaikan
soal-soal berjenis HOTS. Menggunakan model pembelajaran berbasis masalah di
awal pembelajaran Siswa akan disuguhkan kasus-kasus yang perlu
dipecahkan. Selain itu, guru dapat
menggunakan materi pembelajaran yang menyenangkan seperti simulasi, PowerPoint
atau Canva, dan video terkait materi. Selain menyenangkan, penggunaan media
juga salah satu penerapan metode TPACK sehingga siswa dapat mengikuti
perkembangan teknologi. Mengapa praktik
terbaik ini harus dibagikan? Praktik yang baik ini harus dibagikan
karena sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari atau dalam kegiatan belajar
mengajar sehingga guru dapat merujuknya ketika memecahkan masalah serupa.
Selain itu, dengan berbagi praktik terbaik ini, semua pendidik bekerja sama
untuk mencapai model pembelajaran inovatif yang konsisten dengan penerapan
kurikulum 2013 dan kurikulum mandiri. Diharapkan model pembelajaran yang
inovatif dapat membentuk perilaku ilmiah, perilaku sosial dan membantu siswa
dengan mudah mengikuti proses pembelajaran.
|
|
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa
saja yang terlibat |
Tantangan untuk
mencapai tujuan. Tantangan dalam mencapai tujuan yang hendak
dicapai yaitu : 1.
Membuat
materi pembelajaran, memakan waktu dan mepet dengan proses belajar mengajar 2.
Koneksi
internet tidak stabil dalam mencari informasi 3.
Terdapat
siswa yang menggunakan handphone untuk keperluan non belajar 4.
Siswa
saling bertukar pikiran yang tidak sesuai konteks selama proses pembelajaran 5.
Kurang
percaya diri Siswa dalam mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat 6.
Keterbatasan
waktu untuk menyelesaikan sintaks model pembelajaran, terutama pada saat
presentasi 7.
Diskusi
dipimpin oleh beberapa siswa saja, selebihnya asyik dengan kegiatan di luar
konteks diskusi. Siapa saja
yang terlibat ? Yang terlibat dalam
hal ini yaitu
guru, teman sejawat
dan Siswa |
|
Aksi : Langkah apa yang diambil untuk mengatasi tantangan tersebut/strategi
apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa yang terlibat/sumber daya atau dokumen
apa yang diperlukan untuk mengimplementasikan strategi ini |
Langkah dan strategi untuk menghadapi tantangan tersebut: 1.
Menerapkan model
pembelajaran inovatif a)
Strategi pemilihan model
pembelajaran inovatif adalah dengan membaca buku dan sumber internet tentang
model pembelajaran inovatif sesuai kurikulum 2013. Setelah mempelajari
berbagai model pembelajaran dan sintaknya, materi yang akan disampaikan guru
kepada siswa. dan model pembelajaran mana yang sesuai dengan dokumen ini.
Selain materi, guru perlu memahami kepribadian siswa agar dapat menentukan
model yang tepat untuk diterapkan. Setelah
mengamati beberapa hal tersebut, maka lahirlah model pembelajaran yang
dianggap tepat, yaitu pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran ini
dianggap tepat karena memiliki beberapa sintak seperti 1) Mengorientasikan
siswa pada masalah, 2) Mengorganisir siswa untuk belajar, 3) Mengorientasikan
pertanyaan individu dan kelompok, 4) Mengembangkan mengembangkan dan
mempresentasikan hasil, 5) Menganalisis dan mengevaluasi masalah. proses
resolusi. Dengan menerapkan model pembelajaran ini, pembelajaran menjadi
berpusat pada siswa sehingga siswa lebih aktif dalam belajar dan siswa lebih
mudah memahami materi melalui diskusi kelompok bagi siswa untuk bertukar
informasi dengan teman sebayanya. 2.
Penggunaan bahan ajar
berbasis teknologi a)
Strategi yang diterapkan
guru dalam pemilihan media pembelajaran meliputi pemilihan alat bantu yang
dianggap guru tepat dan sesuai dengan materi pembelajaran dan karakteristik
siswa. b)
Pemilihan media diawali
dengan mempelajari materi yang akan diajarkan kemudian mempelajari
karakteristik siswa dengan cara mengamati langsung siswa tersebut. c)
Setelah mempelajari
dokumen dan memahami karakteristik siswa, menentukan media yang sesuai yaitu
media pembelajaran berbasis teknologi seperti powerpoint, canva digunakan
sebagai media untuk mengirimkan dokumen dan menggunakan Inknoe ClassPoint
digunakan untuk belajar mandiri . -periksa penilaian, gunakan lembar kerja
langsung sebagai pengganti lembar kerja siswa, gunakan Quizziz sebagai tes
penilaian di akhir kegiatan pembelajaran. Pemilihan media disesuaikan dengan
karakteristik siswa, artinya siswa akan lebih memahami pelajaran jika dapat
langsung mendengar, melihat dan merasakan apa yang disampaikan dalam
pelajaran. Selain itu, di era digital saat ini tidak mungkin memisahkan siswa
dari gadget, sehingga tepat untuk melakukan tes penilaian diri dan
mengevaluasi perangkat keras menggunakan gadget masing-masing siswa. . 3.
Gunakan metode ilmiah 4.
Menggunakan metode
pembelajaran yang bervariasi seperti kombinasi ceramah, diskusi, dan tanya
jawab. Dengan penerapan metode ini, siswa akan terlatih untuk meningkatkan
rasa percaya diri dan terbiasa berkomunikasi dengan siswa lainnya. 5.
Memilih sumber belajar
yang sesuai. Bahan yang digunakan antara lain buku LKS cetak, modul ajar yang
disusun oleh guru dan dibagikan kepada siswa dalam bentuk pdf online dan file
software barcode (Anyflip). Selain
itu, siswa didorong untuk menggunakan gadgetnya untuk mencari sumber belajar
lain yang relevan. Dengan menggunakan utilitas untuk mencari sumber belajar,
secara tidak langsung siswa akan mengurangi kegiatan di luar konteks
pembelajaran dengan menggunakan gadgetnya. 6.
Merencanakan kegiatan
pembelajaran dengan tepat. Agar semua sintaks pembelajaran dapat dilaksanakan
sepenuhnya, guru harus mengatur waktu yang tepat. Oleh karena itu, disini
diperlukan kedisiplinan dari guru dan siswa agar semua sintaks dapat
dikerjakan sesuai dengan waktu yang tersedia. 7.
Membuat kisi-kisi
penilaian dan melakukan penilaian berupa nilai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. a.
Melakukan penilaian
sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Bentuk penilaian
yang dilakukan adalah penilaian sikap melalui observasi, penilaian
pengetahuan melalui Quizziz, penilaian keterampilan praktek, diskusi. b.
Setelah mengetahui jenis
penilaian yang akan dilakukan, dilanjutkan dengan membuat kriteria penilaian
untuk mengukur prestasi akademik c.
Setelah rubrik disusun
akan digunakan selama proses pembelajaran, baik selama proses pembelajaran
maupun setelah pembelajaran disesuaikan dengan teknik penilaian yang telah
ditetapkan. Proses Orientasi 1.
Pengkondisian
peserta didik agar : memberikan salam pada awal, menyiapkan kursi, meja dan
peralatan belajar 2.
Guru
menanyakan kabar, kondisi peserta didik dan mengecek kehadiran peserta didik 3.
Peserta didik
berdoa sebelum belajar (PPK-Religius) 4.
Guru
memberikan penguatan bernyanyi lagu Garuda Pancasila untuk menanamkan
Pancasila sebagai Ideologi Negara (PPK-Nasionalismu) Apersepsi 5.
Guru
menampilkan video dalam olahraga meninju •
Peserta
didik mengamati apa yang terjadi pada wajah petinju ketika dipukul dengan
pelan dan sangat cepat 6.
Peserta
didik menjawab pertanyaan dari guru (Communication-4C) Motivasi 7.
Peserta
didik menyimak informasi dari guru mengenai materi, tujuan, manfaat
pembelajaran yang akan dilakukan. (Menyimak-Literasi) 8.
Guru dan
peserta didik bersama-sama menonton video motivasi tentang orang bermain
pistol yang berada dalam PPT (TK) 9.
Peserta
didik mendapatkan motivasi dari video yang ditonton dengan sedikit penjelasan
dari guru 10.
Guru
bersama peserta didik melakukan yel-yel SMANTA dan salam Fisika supaya
peserta didik semangat dalam melaksanakan pembelajaran Fase 1 Orientasi
peserta didik pada masalah 11.
Peserta
didik diberikan masalah PBL yang berhubungan dengan momentum dan impuls 12.
Peserta
didik diberi kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan maupun
pendapat (communication, creativity, collaboration, critical thinking – 4C) (berbicara-Literasi)
(Menanya-Saintifik) 13.
Guru
menyampaikan materi yang berhubungan materi momentum dan impuls Fase 2 Mengorganisasi
peserta didik 14.
Peserta
didik dikelompokan secara heterogen (Collaboration-4C) 15.
Peserta
didik dibagikan barcode yang berisi e-LKPD momentum dan impuls (TC-TPACK)
16.
Peserta
didik mengamati video tentang bungee jumping dalma LKPD 17.
Guru
membagikan barcode handout
18.
Peserta
didik membaca dan mulai mengerjakan E-LKPD tentang Momentum dan impuls untuk
memulai penyelidikan yang akan dipecahkan dan dibantu guru memahami tugas
yang harus diselesaikan oleh masing-masing kelompok (Membaca-Literasi) Fase 3 Membimbing
penyelidikan 19.
Peserta
didik secara berkelompok mengamati video yang diputar kemudian merumuskan
masalah dengan cara mengeksplor
berbagai macam sumber belajar (online dan offline) untuk mencari tambahan
informasi (mengamati-Literasi) (Mengumpulkan informasi-Saintifik) (TPACK) 20.
Setelah
mencari informasi diharapkan Peserta didik berdiskusi tentang permasalahan
dalam LKPD (communication, collaboration, critical thinking – 4C)(Gotong
royong-PPK) 21.
Guru
mengarahkan peserta didik untuk menggunakan rumus sebagai panduan berpikir. 22.
Guru
berkeliling untuk mengecek diskusi peserta didik tentang menentukan hipotesis
yang akan diambil sambil melakukan tanya jawab tentang pertanyaan pemantik
jika peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami makna fisis.
(Communication-4C) (Berbicara-Literasi) 23.
Guru
berkeliling kelompok untuk membimbing analisis ini dengan memberikan
pertanyaan pemantik: “Besaran apa yang dijadikan variable bebas, variable
terikat dan variable control? Mengapa?” 24.
Peserta
didik mengambil alat dan bahan dalam praktikum kali ini (PPK-Mandiri) 25.
Peserta
didik memulai praktikum sesuai prosedur (Collaboration, Critical Thinking-4C) 26.
Guru
berkeliling untuk mengecek peserta didik dalam praktikum, jika ada peserta
didik yang bertanya maka guru akan membantu / mengarahkannya
(Communication-4C) (Berbicara-Literasi) 27.
Peserta
didik membandingkan kesimpulan yang telah dibuat menurut analisis manual dan
menurut sumber belajar. Apakah kesimpulannya sejalan atau bertentangan
(communication, creativity, collaboration, critical thinking –
4C)(berbicara-Literasi) 28.
Peserta
didik untuk menggunakan kesimpulan yang diperolah dari hasil percobaan
sebagai bahan berpikir untuk memecahkan masalah PBL. (communication,
creativity, collaboration, critical thinking – 4C) Fase 4 Mengembangkan
dan menyajikan hasil 29.
Masing-masing
kelompok menyiapkan presentasi untuk menjelaskan solusi dari masalah PBL yang
telah didiskusikan. Peserta didik menyiapkan beberapa slide presentasi (bisa
menggunakan powerpoint atau canva), Hasil penentuan solusi yang telah kamu
lakukan melalui analisis/perhitungan manual makna fisis Momentum dan Impuls (communication, creativity, collaboration,
critical thinking – 4C)
(Diskusi-Literasi)(Gotong Royong-PPK)(TPACK) 30.
Peserta
didik membagi tugas presentasi sedemikian rupa, sehingga semua anggota
kelompok mendapatkan kesempatan untuk aktif berbicara. . (communication– 4C) (Diskusi-Literasi)(Gotong Royong-PPK) 31.
Setiap
kelompok mempresentasikan solusinya. Kelompok lain yang tidak presentasi,
aktif mengajukan pertanyaan. Peserta didik yang bertanya dan menjawab
pertanyaan akan mendapatkan point tambahahan. (communication, collaboration, critical
thinking – 4C)
(Diskusi-Literasi)(Gotong Royong-PPK)(TPACK) 32.
Guru
membantu memediasi jika terdapat miskonsepsi dalam diskusi Fase 5 Menganalisis
dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 33.
Peserta
didik menyusun simpulan pembelajaran dibukunya masing-masing tentang makna
fisis momentum dan impuls, serta hubungannya.
(communication, creativity, critical thinking – 4C) 34.
Dengan
menggunakan smartphone masing-masing, peserta didik menscan barcode di bawah
untuk mengevaluasi diri mereka secara online dengan menggunakan Inknoe
ClassPoint
Penutup 35.
Guru
membagikan barcode evaluasi berupa quizziz
36.
Guru
memberikan penguatan terkait makna fisis dari persamaan momentum dan impuls. 37.
Guru
meminta peserta didik menyampaikan refleksi/umpan balik terkait metode
pembelajaran yang diterapkan guru. (communication–4C)(Mandiri-PPK) 38.
Guru
memberikan tugas pada Hand Out halaman 24 no 1-3 39.
Guru
menjelaskan materi pembelajaran di pertemuan berikutnya yaitu tentang Tumbukan. 40.
Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan
salam bersama siswa (Religius-PPK) Siapa saja yang terlibat? Yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu: 1.
Guru, dimana
guru berperan sebagai
pelaksana dari strategi yang telah
direncanakan. 2.
Teman sejawat
sebagai pihak yang
memberikan masukan tentang
strategi yang tepat
untuk mengatasi tantangan yang ada 3.
Siswa,
dimana Siswa sebagai pihak yang terlibat langsung pada penerapan strategi yang tekah
direncanakan. Sumber daya/materi yang diperlukan? Sumber daya dan materi yang diperlukan untuk
melaksanakan strategi yaitu
RPP, e-Modul, media
pembelajaran, rubrik penilaian, gadget, laptop, proyektor, liveworksheet, Canva, Inknoe ClassPoint, sumber belajar
lain seperti internet, youtube, dan Quizziz. |
|
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana
dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah
hasilnya efektif? Atau
tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang
dilakukan, Apa yang menjadi faktor
keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses
tersebut |
Dampak dari
aksi langkah-langkah yang
dilakukan? Dampak yang diperoleh dari penerapan langkah- langkah dan strategi mengatasi tantangan dalam
proses pembelajaran yaitu: 1. Siswa menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dibuktikan dengan
lebih dari 2 Siswa yang berani
bertanya dan menjawab pertanyaan guru. 2. Siswa lebih aktif dan antusias dalam kegiatan
belajar hal ini dibuktikan banyaknya siswa yang memperhatikan media yang
dibuat saat menyampaikan materi menggunakan powerpoint dan canva 3. Pemahaman Siswa dalam
bernalar dan menganalisis soal HOTS terhadap materi
pelajaran meningkat dibuktikan dengan hasil evaluasi pembelajaran menggunakan Quizziz mendapatkan nilai diatas KKM
yang artinya Siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran. Apakah hasilnya efektif? Penerapan model pembelajaran problem based learning, penggunaan media berbasis teknologi dan strategi lain untuk menghadapi tantangan pembelajaran dikatakan efektif dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Bagaimana respon dari orang lain terkait dengan strategi yang digunakan? Respon yang diberikan oleh guru sejawat sangat baik. Penerapan model
pembelajaran sudah terlihat
pada proses pembelajaran. Media yang digunakanpun sudah menerapkan pendekatan TPACK yaitu memanfaatkan teknologi seperti proses
penyampaian materi menggunakan Powerpoint dan canva serta melakukan evaluasi menggunakan Inknoe ClassPoint, liveworksheet. Siswa dinilai aktif saat kegiatan diskusi. Kegiatan diskusi
juga dinilai penting
pada pembelajaran karena Siswa dapat bertukar informasi dengan
Siswa lain sehingga yang
awalnya kurang paham terhadap materi dapat
bertukar informasi dan dapat menyamakan persepsi terhadap pelajaran yang dipelajari sehingga tidak menimbulkan miskonsepsi. Namun terdapat beberapa masukan
dari dosen, guru pamong maupun rekan guru lain yang menjadi observer pada saat pembelajaran berlangsung. Berikut ini masukan terkait
pembelajaran yang telah
dilaksanakanyaitu Lebih memperhatikan waktu
pembelajaran Selain pihak-pihak diatas, Siswa juga memberikan respon yang positif
terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Siswa merasa senang dengan pembelajaran yang ada karena
mereka diminta diskusi
sehingg dapat saling tukar pikiran. Siswa juga dilatih untuk berani
berbicara menyampaikan pendapatnya. Apa faktor keberhasilan dan ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Beberapa faktor yang mendukung keberhasilan strategi yaitu 1. Kerjasama yang baik dari berbagai pihak seperti
guru, teman sejawat dan Siswa .
Tanpa kerjasama yang baik,
strategi yang disusun tidak akan mencapai tujuan. 2. Perangkat pembelajaran yang lengkap. Perangkat pembelajaran disusun dan dibimbingkan kepada dosen dan guru pamong sehingga isi dari
perangkat tersebut sesuai dengan
tujuan yang hendak
dicapai melalui pembelajaran. Faktor yang menjadikan ketidakberhasilan strategi yaitu: 1.
Jaringan internet yang kurang mendukung 2.
Laptop
yang tidak berjalan seperti yang diinginkan Apa pembelajaran dari keseluruhan proses
tersebut? Pembelajaran yang
diperoleh dari keseluruhan proses yang telah dilaksanakan yaitu sebagai guru,
perlu melakukan persiapan sebelum menjalankan proses
pembelajaran. Persiapan tersebut antara lain menyusun rencana pembelajaran yang didalamnya termuat
berbagai unsur seperti indikator, tujuan pembelajaran,
model pembelajaran yang hendak
digunakan, media pembelajaran, metode pembelajaran
sampai dengan rubrik penilaian yang hendak
digunakan untuk menilai
ketercapaian pembelajaran. |




Posting Komentar untuk "Best Practice Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran"