ZERO WASTE
ZERO WASTE
Oleh : Rian Ari
Utomo, S.Pd.
Tentu tidak mungkin
seseorang tidak menyampah.
Saat
kita makan mangga, ada kulit dan biji yang menjadi sampah. Saat kita beli sikat
gigi, ada bungkus dan (kelak) sikat gigi itu sendiri yang menjadi sampah.
Saat
kita menyapu kamar, ada debu yang menjadi sampah.
Saat
kita makan di warung makan, mungkin ada sampah sedotan, tisu, sachet kopi, dan
kemasan makanan yang menjadi sampah.
Lantas
bagaimana mungkin seseorang dapat tidak menghasilkan sampah alias zero
waste?
Inti
dari menjadi zero waste adalah berhenti/menekan dengan
sangat pemakaian produk yang sampahnya tidak bisa dimanfaatkan. Banyak sekali
manfaat dari zero waste, satu di antaranya: hemat. Sudah banyak orang berhasil
melakukannya. Jadi, apa yang harus kita lakukan?
1.
Cari Motivasi
Kenapa
aku harus melakukannya?
Lakukan
penelitian di google, hehe. Sebab tidak peduli seberapa banyak quote yang kita
baca, motivator terbaik adalah diri kita sendiri.
2. Diet Ketat Plastik
Selalu
bawa totebag/tas kain untuk menggantikan kresek. Selalu ingatkan pegawai warung
makan untuk tidak memberikan sedotan di minuman kita. Hentikan penggunaan
pembalut dan pampers sekali pakai.
3. Banting Setir
Masih
berhubungan dengan poin nomor 2. Ada kok alternatif-alternatif yang lebih ramah
lingkungan, seperti: sedotan dari stainless, sikat gigi dari bambu, sabun
batang dengan bungkus kardus, dst.
Banting
setirmu dari jajanan-jajanan mahal berkemasan menjadi buah dan jajanan kiloan
dengan wadah sendiri. Beli beras dan deterjen dalam wadah kita sendiri. Kita
hanya harus sedikit berpikir, berinvestasi, dan berusaha tidak apatis dan
egois.
4. Tanyakan Hati Kecilmu
Yuk
kita mulai dewasa dan berpikir matang-matang, ketika kita akan membeli sesuatu:
Apakah
aku bisa bikin sendiri?
Apakah
ada alternatif lain yang bebas plastik?
Apakah
aku bawa totebag/tas belanja?
Apakah
aku benar-benar membutuhkannya?
Menanyakan pertanyaan sederhana seperti di atas kepada hati dan akal
kita dapat membuat kita lebih sadar tentang banyaknya sampah yang mungkin
bisa kita cegah.
5. Belanja secondhand alias loak
Jangan
malu untuk membeli barang bekas. Sebab kita saja selalu mengharapkan kesempatan
kedua jika kita salah hehe. begitu pula barang-barang. Banyak benda yang berhak
diberi kesempatan kedua untuk memberi manfaat kepada kita. Selain itu, barang
bekas biasanya tidak berkemasan dan muraah.
6. Cari tahu cara paling sederhana membuat kompos atau komunitas di sekitar
kita yang bisa mengompos sampah-sampah organik kita.
Keep
curious, keep searching. Belajar adalah proses sepanjang hayat.
7. Temukan komunitas, sebab kita itu rapuh #eaa butuh orang-orang yang
saling menguatkan untuk dapat konsisten. Jika memang benar-benar belum ketemu,
maka amar maruf nahi munkar-lah. Edukasi orang-orang sekitarmu, baik dengan
perbuatan, tulisan, dan lisan.
8.
Aku bisa, atas izin Allah.
Hapus
mindset bahwa zero waste itu sulit. Mulailah dari langkah-langkah kecil yang
dipertahankan dan ditingkatkan. Penulis bisa, kamu pun bisa. Bersama, kita
selamatkan dunia ha ha ha #gayapahlawanbertopeng.
9. Doakan diri, keluarga dan sahabat, dan bumi.
Apalah
arti usaha tanpa berdoa. Doakan dirimu dan orang sekitar untuk bisa sadar dan
istiqomah ramah lingkungan. Doakan bumi tidak semakin rusak dan tidak ada
bencana-bencana lain yang mengancam. Doakan agar lebih banyak orang yang Allah
beri ilham dan hikmah bahwa ramah lingkungan pun adalah perintah Allah. Tidak
sulit bagi Allah mendatangkan banjir Pacitan, mengeringkan air di Solo saat
musim hujan, menggagalkan panen para petani, tentu, begitu pula, tidak sulit
bagi Allah memberi petunjuk kepada manusia bahwa zero waste itu penting.

Posting Komentar untuk "ZERO WASTE"