Aplikasi Hukum Snellius pada Penjaga Pantai
Aplikasi Hukum Snellius pada Penjaga
Pantai
Oleh
: Rian Ari Utomo,S.P
Siapa
yang menyangka bahwa menjadi seorang Penjaga Pantai juga harus mengaplikasikan
ilmu dan konsep Fisika dalam pekerjaannya. Penjaga pantai harus mampu menolong
orang yang tenggelam di lautan karena terseret ombak. Dalam melaksanakan
tugasnya, sudah pasti Penjaga Pantai haruslah orang yang ahli dalam berenang,
berbadan kuat, dan selalu siap siaga.
Penyelamatan seseorang harus dilakukan secepat mungkin karena nyawa taruhannya.
Karenanya, ada faktor lain yang perlu diperhitungkan dalam penyelamatan oleh
penjaga pantai, selain kecepatan berenang. Karena hal ini juga mempengaruhi
waktu yang digunakan untuk menolong korban.
Penjaga pantai yang berlari di daratan, kemudian berpindah masuk ke dalam laut untuk berenang menuju korban, memiliki kasus yang sama dengan saat cahaya yang merambat di udara kemudian masuk kedalam medium kaca. Saat cahaya merambat di udara dan penjaga pantai berlari di daratan, akan memiliki kelajuan yang lebih besar daripada saat cahaya merambat pada medium kaca atau saat penjaga pantai berenang di lautan, keduanya sama-sama mengalami penurunan kelajuan.
Pada
cahaya, indeks bias bahan adalah perbandingan kecepatan cahaya di ruang hampa
dengan kecepatan cahaya pada medium tersebut. Sama halnya dengan penjaga
pantai, “indeks bias” nya adalah perbandingan kelajuan berlari di darat dengan
kelajuan berenang di lautan.
Menurut Azaz fermat (azaz fermat merupakan nenek moyang dari hukum optik
geometris, bahkan hukum snellius juga dapat diturunkan dari azaz fermat),
lintasan sinar cahaya yang merambat dari titik A ke titik B adalah sedemkian
rupa sehingga waktu yang dibutuhkannya minimum. Lihat gambar dibawah. Sehingga
dapat diketahui bahwa lintasan sinar adalah lintasan dengan waktu tempuh paling
minimum atau paling cepat.
Untuk cahaya yang merambat pada medium yang sama, lintasannya adalah lurus agar
waktu tempunya minimum. Namum saat cahaya memasuki medium yang berbeda,
lintasan cahaya ternyata tidak lurus, hal ini dijelaskan pada hukum snellius.
Walaupun lintasan cahaya tidak lurus sesuai dengan azaz fermat, tapi lintasan
cahaya yang demikianlah yang memiliki waktu tempuh paling minimum, bukan
lintasan yang lurus. Di mana sudut biasnya ditentukan oleh indeks bias bahan, sesuai
dengan hukum snellius.
Sama
halnya dengan lintasan cahaya yang melewati medium, lintasan penjaga pantai
harus sesuai dengan “hukum snellius” untuk mendapatkan selang waktu
penyelamatan yang paling cepat. Di mana indeks biasnya dicari dengan membandingkan
kecepatan berlari pada daratan dengan kecepatan berenang di dalam air.
Seorang
penjaga pantai harus menentukan di mana ia harus masuk ke air untuk menolong
seorang perenang yang sedang berada dalam bahaya. Jika ia memasuki air secara
langsung (dengan kata lain pada sudut i yang sangat kecil ) pada lintasan 1,
maka ia menghabiskan terlalu sedikit waktu untuk berlari dan terlalu banyak
waktu untuk berenang.
Lintasan
penjaga pantai dari titik A ke titik B akan memiliki nilai minimum pada
lintasan 3. Lintasan 3 memiliki nilai sudut datang yang lebih besar dari sudut
bias. Hal ini karena kecepatan perenang di laut lebih lambat dibanding
kecepatan saat berlari di pasir. Sama halnya ketika cahaya yang memasuki kaca,
maka sinar biasnya akan mendekati garis normal.


Posting Komentar untuk "Aplikasi Hukum Snellius pada Penjaga Pantai"