PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA DI SEKOLAH DI ERA DIGITAL
PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA DI SEKOLAH DI
ERA DIGITAL
Oleh:
FIKAYUNDA NILASAR, S.Pd
(Guru Bahasa Prancis, SMAN 1 Jekulo Kudus)
Dalam era global
sekarang ini setiap individu haruslah memiliki daya saing yang tinggi. Daya
saing ini tidak hanya hard skill saja tetapi soft skill. Hard skill meliputi
ketrampilan atau ketrampilan khusus yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan,
misalnya ketrampilan mendesain, ketrampilan mengoprasikan computer dan lain
sebagainya. Hard skill ini bisa dipelajari di sekolah ataupun mnegikuti kursus
dan hasil belajar kita dapat dibuktikan dengan ijazah atau sertifikat.
Sedangkan soft
skill adalah kemamuan yang lebih merujuk pada karakteristik seseorang,
kemampuan individu dalam bersosial, berkomunikasi, serta kemampuan beradaptasi
dalam kehidupan maupun dalam dunia kerja.
Untuk memiliki
soft skill yang baik, sejak dini anak harus dibekali dengan pendidikan karakter.
Pendidikan karakter adalah adalah suatu system pendidikan yang bertujuan untuk
menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya
terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk
melakukan nilai-nilai tersebut.
A.
Pengertian
Pendidikan Karakter
Menurut Kemdiknas (2010), pendidikan
karakter diselenggarakan dalam rangka untuk mencapai tujuan pendidikan
nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik supaya menjadi manusia yang
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakapm sehat,
kreatif, mandiri, serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung
jawab.
Adapapun beberapa pendapat mengenai
pendidikan karakter menurut para ahli adalah sebagai berikut :
1. Pendidikan
karakter menurut T. Ramli adalah
pendidikan yang mengedepankan esensidan makna terhadap moral dan akhlak
sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik.
2. Thomas Licksona
menjelaskan bahwa pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk
membantu seseorang sehingga dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan
nilai-nilai etika inti.
3. John W. Santrock mengungkapkan
bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan
langsung kepada peserta didik untuk menanamkan nilai moral dalam upaya mencegah
perilaku yang dilarang.
4. Elkind menyatakan
bahwa pendidikan karakter adalah suatu metode pendidikan yang dilakukan oleh
tenaga pendidik untuk mempengaruhi murid. Dalam hal ini terlihat bahwa guru
bukan hanya mengajarkan materi pelajaran tetapi juga mampu menjadi seorang
teladan.
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan
karakter adalah pendidikan yang mengajari, membimbing peserta didik untuk
membentu karkater dan akhlak mulia.
B.
Manfaat
Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter
menjadi pilihan tepat unruk didapatkan oleh siswa di sekolah. Ini disebabkan karena arus globalisasi dan juga
perkembangan teknologi yang sangat cepat. Hal
ini bisa mempengaruhi dan memberikan dampak yang signifikan kepadda
perkembangan generasi penerus. Berikut merupakan manfaat penanaman pendidikan
karakter di sekolah :
1. Membentuk
karakter siswa
Pendidikan karakter yang diberikan di
sekolah dapat membentuk kepribadian yang tangguh, maju, mandiri, dan penuh rasa
tanggung jawab
2. Melatih
mental dan moral
Dengan mental dan moral yang kuat maka akan
tercipta suasana yang kondusif dan akan mencegah perpecahan. Hal ini juga dapat
menghasilkan siswa yang tangguh dan bijaksana dalam menghadapi masalah di
segala situasi.
3. Disipiln
Dengan adanya pendidikan karakter maka
hasil kegiatan akademik pun meningkat. Kehadiran siswa yang lebih baik,
vandalism di sekolah semakin berkurang, berkurangnya masalah kedisiplinan dan
penggunaaan zat terlarang.
4. Mengetahui
peluang dan bahaya lingkungan
Pendidikan karakter juga akan menjadi
benteng dalam memerangi berbagai perilaku bahya serta membantu menyiappkan anak
dalam menghadapi banyak peluang dan bahaya yang bisa muncul di lingkungan
masyarakat.
5. Baik
dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab
Seiring dengan berkembangnya moral dan
kemampuan berpikir seseorang maka dia akan lebih bijaksana dalam mengambil
keputusan dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar atas keputusan yang
diambilnya.
6. Menciptakan
generasi yang berintegrasi
Dengan karakter yang kuat akan menjadikan
seorang individu menjadi lebih teguh dan kokoh dalam menjalani hidup. Hal ini
penting sekali dalam kehidupn berbangsa dan bernegara.
C. KeC. Kendala dalam Penerapan
Pendidikan Karakter
Penanaman
nilai karakter yang dilakukan oleh guru mengalami berbagai kendala. Sundari
(2014) menyatakan terdapat beberapa kendala dalam penanaman nilai karakter pada
siswa seperti keterbatasan waktu yang dimiliki oleh guru dalam mendidik siswa,
perbedaan didikan antara lingkungan sekolah dan rumah yang mengakibatkan siswa
tidak dapat mengembangkan karkater yang baik. Berikut penjabaran kendala dalam
penerapan pendidikan karakter di sekolah:
1. Dari pihak keluarga.
Ruang lingkup pendidikan karakter pertama kali tentu harus ditanam melalui
sebuah keluarga. Sebagai sekolah pertama bagi seorang anak, keluarga yang
diperankan utamanya oleh kedua orang tua memiliki posisi sentral dalam
mengintroduksi seorang anak kepada pendidikan karakter.
Namun dalam praktiknya, hal ini
tidak mudah dilakukan. Pendidikan karakter erat hubungannya dengan nilai-nilai
agama di tengah masyarakat. Sedangkan tipologi masyarakat Indonesia dalam
memahami pendidikan karakter terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelompok bawah,
menengah, dan atas.
Kelompok
bawah, mereka pada dasarnya tidak paham apa dan bagaimana pendidikan karakter
ini. Mereka pun tidak ambil pusing untuk mengetahuinya. Ini terjadi karena
kelompok bawah lebih mementingkan roda ekonomi keluarga yang belum mapan
sehingga pendidikan karakter bagi anak mereka terlupakan. Dengan tipe keluarga
seperti ini proses pengenalan pendidikan karakter dalam internal keluarga tidak
berjalan sebagaimana mestinya.
2. Telah kita ketahui bahwa lingkungan berperan besar
dalam pembentukan karakter seorang anak. Betapapun bagusnya sebuah keluarga
dalam mengajarkan pendidikan karakter di rumah namun jika lingkungan bergaul
anak tersebut tidak mendukung, sudah pasti proses ini akan gagal.
Indonesia sendiri adalah negara yang
sedang berkembang. Berbagai macam informasi masuk dan dikonsumsi masyarakatnya
dari yang muda hingga tua. Tentu ini bagus. Akan tetapi kemampuan menganalisa
dan menyaring informasi tersebut masih belum dimiliki pelajar kita.
Dalam hal ini, informasi yang telah
dikonsumsi dengan tanpa adanya kemampuan mengkritisi akan menjadi karakter bagi
seorang anak yang membentuk kepribadiannya.
3. Kurikulum dan pendidik. Dalam praktiknya di lapangan,
pemerintah telah merevisi berkali-kali kurikulum nasional yang menekankan akan
pentingnya nilai-nilai karakter diterapkan dalam pembelajaran. Beberapa di
antaranya adalah kejujuran, religius, toleransi, disiplin, kerja keras,
kreatif, mandiri, dsb.
Keseriusan pelaksana pendidikan dalam hal ini guru masih
belum maksimal. Pembelajaran di kelas masih menitik beratkan murid kepada
kemampuan kognitif saja. Orientasi pembelajaran masih banyak
dipengaruhi oleh nilai rapor bukan internalisasi karakter itu sendiri. Lebih
parah lagi, dikotomi mata pelajaran eksakta dan sosial-bahasa menambah keruh
rekam jejak pendidikan selama ini. Setiap sekolah lebih mementingkan rasa
gengsi mereka untuk meluluskan anak didiknya dalam memasuki PTN favorit. Tentu ini hal yang baik namun
tendensius melupakan tujuan utama pendidikan, yaitu character building.
D. UpD. Upaya Menanamkan
Pendidikan Karakter
Berikut merupakan upaya
yang dapat kita lakiukan untuk menanmkan pendidikkan karakter pada anak di
sekolah
- Dengan
menjelaskan pentingnya pendidikan karakter dengan menggunakan bahan-bahan
audio visual.
Dengan bantuan media
audio dan visual ini juga diperlukan kekompakan dari semua civitas sekolah dan
fasilitas sekolah agar stimulus pendidikan karakter ini bisa berjalan sesuai
dengan harapan sekolah. Dengan metode ini juga penting bagi sekolah untuk
memberikan fasilitas pendukung untuk mampu menjadi media untuk memaksimalkan
pendidikan karakter pada siswa. Adapun media audio visual ini bisa berbentuk
training motivation atau dengan pengajian rutin yang dilaksanakan sekolah.
- Melakukan diskusi bersama siswa
tentang sikap dan perilaku yang baik. Mendiskusikan
dengan siswa bisa digunakan guru dari jam kosong sekolah atau bisa juga
dengan cara diseminasi pada waktu waktu tertentu. Lebih baik lagi
jika sekolah memberikan waktu khusus untuk menerapkan pendidikan karakter
ini pada siswa. Seperti saat upacara setiap hari Senin atau saat waktu
kosong. Jika di Al Masoem kami mendiskusikan pendidikan karakter ini dalam
kehidupan keseharian siswa di sekolah dan pada saat diseminasi di hari
Senin dan Senin depan dimana tidak ada diseminasi atau kami sebut waktu
KPAM untuk memberikan waktu kepada Wali Kelas untuk mengisi waktu kosong
dengan stimulasi pendidikan karakter pada anak didiknya.
- Memberikan
contoh-contoh perilaku yang positif kepada siswa.
Pendidikan
percontohan atau dengan metode mencontohkan merupakan salah satu upaya terbaik
agar siswa dan peserta didik lainnya mampu untuk bisa mengikuti jejak guru guru
untuk bisa menjadi pribadi yang berkarakter unggul. Dengan metode ini juga
siswa tidak bisa berkutik jika ditegur oleh guru atau civitas lainnya, karena
pada dasarnya setiap anak akan berontak jika mereka ditegur oleh seseorang yang
tidak bisa mencontohkan hal yang tidak dilakukan oleh seseorang. Sebagai contoh
paling simpel adalah orang tua perokok aktif tidak akan didengar oleh anak
anaknya jika anaknya ikut merokok. Karena mau bagaimanapun anak adalah cerminan
dari orang tua.
- Menambahkan
nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kerendahan hati, dan percaya diri
dalam pelajaran.
Hal
yang sulit tapi harus bisa direalisasikan dalam kehidupan sehari hari adalah
menambahkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kerendahan hati, dan
percaya diri dalam pelajaran. Kenapa hal ini sulit? Karena negara kita fokus
pada nilai atau angka bukan kejujuran anak dalam menjalani kehidupan. Maka dari
itu banyak perilaku anak yang tidak jujur seperti mencontek karena memang
beginilah kehidupan di negara Konoha, Nilai adalah segalanya bahkan di atas
sebuah kejujuran. Anak yang jujur dengan nilai apa adanya akan kalah dengan
mereka yang memiliki nilai tinggi dari hasil yang tidak jujur.
- Mengadakan
kompetisi karakter untuk meningkatkan prestasi siswa.
Mengadakan
kompetisi karakter bisa berbentuk beberapa jenis kompetisi seperti :
·
Kompetisi Story Telling Karakter. Kompetisi
ini mengajak siswa untuk bercerita mengenai karakter positif yang mereka
miliki. Peserta diminta untuk menceritakan tentang pengalaman mereka dalam
mengambil tindakan berdasarkan karakter positif yang mereka miliki. Pemenang
akan dipilih berdasarkan kreativitas dan kekuatan dalam menceritakan pengalaman
mereka.
·
Kompetisi Debat Karakter. Kompetisi
ini mengajak siswa untuk berdebat tentang masalah karakter. Peserta diminta
untuk menganalisis masalah karakter dan mengemukakan pendapat mereka dengan
cara yang konstruktif. Pemenang akan dipilih berdasarkan kemampuan mereka dalam
menganalisis masalah dan mengemukakan pendapat mereka secara logis dan
persuasif.
·
Kompetisi Menulis Karakter. Kompetisi
ini mengajak siswa untuk menulis tentang karakter positif yang mereka miliki.
Peserta diminta untuk menuliskan tentang pengalaman mereka dalam mengambil
tindakan yang berdasarkan karakter positif yang mereka miliki. Pemenang akan
dipilih berdasarkan kemampuan mereka dalam menyampaikan pesan karakter dengan
cara yang menarik dan menginspirasi.
·
Kompetisi Desain Karakter. Kompetisi
ini mengajak siswa untuk membuat desain karakter yang mencerminkan karakter
positif yang mereka miliki. Peserta diminta untuk menggunakan kreativitas
mereka dalam membuat desain yang mencerminkan karakter positif yang mereka
miliki. Pemenang akan dipilih berdasarkan kreativitas dan kemampuan mereka
dalam menyampaikan pesan karakter melalui desain.
·
Kompetisi Video Karakter. Kompetisi
ini mengajak siswa untuk membuat video tentang karakter positif yang mereka
miliki. Peserta diminta untuk menggunakan kreativitas dan kemampuan mereka
dalam membuat video yang mencerminkan karakter positif yang mereka miliki.
Pemenang akan dipilih berdasarkan kemampuan mereka dalam menyampaikan pesan
karakter melalui video.
- Melakukan
kegiatan ekstrakurikuler yang menanamkan nilai-nilai karakter.
Ada
beberapa jenis ekstrakurikuler yang dapat menanamkan nilai nilai karakter
diantaranya adalah :
·
Karate: Membantu
anak-anak untuk mengembangkan rasa disiplin dan konsentrasi yang tinggi.
·
Seni Musik: Membantu
anak-anak mengembangkan kreativitas dan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap
seni.
·
Pendidikan Agama: Membantu
anak-anak mengenal nilai-nilai luhur agama dan menanamkan nilai-nilai
kebaikan.
·
Olahraga: Membantu
anak-anak mengembangkan rasa kebersamaan dan semangat kejuangan.
·
Pelatihan Komunikasi: Membantu
anak-anak mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan meningkatkan rasa percaya
diri.
- Memberikan
pujian atau penghargaan kepada siswa yang berprestasi.
Minimal sekolah mampu memberikan pujian atau ucapan selamat kepada siswa yang berprestasi lebih baik lagi jika sekolah mampu memberikan apresiasi berupa beasiswa kepada siswa yang berprestasi. Al Masoem menjadikan apresiasi sebagai salah satu bentuk terima kasih kepada siswa agar mereka termotivasi dan merasa dihargai atas semua kerja kerasnya dalam menggapainya. Maka dari itu Al Masoem mampu memberikan stimulus kepada siswa agar mereka mampu meraih prestasi yang maksimal.




Posting Komentar untuk "PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA DI SEKOLAH DI ERA DIGITAL"