SENJA DAN FISIKA
Langit Sore Berwarna Merah
Kejinggaan?
Oleh :
Rian Ari Utomo,S.Pd.
Pernahkah
kalian mengamati langit saat siang dan sore hari?
Langit siang berwarna biru, sedangkan langit sore berwarna merah kejinggaan.
Apa yang menyebabkan langit siang berwana biru, sedangkan langit sore berwarna
merah kejinggaan?
Fenomena
tersebut ternyata erat kaitannya dengan konsep fisika tentang spektrum
gelombang elektromagnetik (cahaya tampak).
Matahari
adalah benda langit yang memancarkan cahaya sampai ke bumi. Tanpa adanya cahaya
matahari, bumi akan gelap dan kehidupan di bumi tidak dapat berlangsung.
Matahari
memancarkan cahaya putih yang merupakan cahaya polikromatik (cahaya yang
berasal dari gabungan beberapa warna). Cahaya polikromatik terdiri dari 7
cahaya monokromatik (cahaya tunggal), yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru,
nila, dan ungu.
Seperti
kita ketahui, nitrogen dan oksigen merupakan zat yang paling banyak menyusun
atmosfer bumi. Ketika cahaya matahari mencapai atmosfer bumi, cahaya
polikromatik tersebut akan terurai (dispersi) menjadi warna merah, jingga,
kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang paling sering kita temukan
dalam kehidupan sehari hari. Semua gelombang elektromagnetik yang mempunyai
panjang gelombang 400 nm-700 nm sangat sensitif terhadap mata, sehingga mata
kita dapat membedakan antara panjang gelombang yang satu dengan yang lainnya.
Misalnya radiasi elektromagnetik yang memiliki panjang gelombang 400 nm akan
terlihat warna ungu. Jika panjang gelombangnya 700 nm akan terlihat warna
merah.
Di
antara warna ungu dan merah terdapat ribuan warna lainnya yang dihasilkan dari
radiasi gelombang elektromagnetik dengan berbagai panjang gelombang. Jadi, saat
kita melihat suatu benda berwarna biru, sebenarnya yang kita lihat adalah
pantulan gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang sekitar 450
nm yang dipantulkan benda tersebut.
Cahaya monokromatik yang memiliki panjang gelombang pendek (hijau, biru, nila,
dan ungu) akan lebih mudah dihamburkan oleh molekul nitrogen dan oksigen.
Cahaya tersebutlah yang masuk ke mata kita .
Nah,
pertanyaannya, mengapa warna langit pada siang hari terlihat oleh mata kita
berwarna biru, bukan hijau, nila, maupun ungu?
Ternyata,
warna biru terang yang kita lihat dikarenakan mata kita sendiri. Pupil mata
kita menanggapi warna dengan menggunakan sebuah struktur yang disebut kerucut
warna. Setiap retina pada mata mengandung sekitar 5 juta kerucut warna. Setiap
kerucut warna mengandung pigmen warna yang membatasi jangkauan panjang
gelombang yang dapat ditanggapi oleh kerucut tersebut.
- Kerucut
warna pada panjang gelombang panjang memiliki kepekaan tertinggi pada
panjang gelombang 570 nm (warna kuning).
- Kerucut
warna pada panjang gelombang sedang memiliki kepekaan tertinggi pada
panjang gelombang 543 nm (warna hijau).
- Kerucut
warna untuk panjang gelombang pendek, memiliki kepekaan pada panjang
gelombang 442 nm (antara ungu dan biru).
Berbeda
dengan indera pendengaran kita, mata dan otak hanya menerjemahkan kombinasi tertentu
panjang gelombang sebagai sebuah warna yang tunggal. Oleh karena itu, mata kita
akan menerjemahkan cahaya biru-ungu yang sebagai sebuah campuran antara warna
biru dan putih terang. Akibatnya, tampaklah bagi kita langit itu berwarna biru.
Jika
cahaya dengan panjang gelombang pendek dihamburkan oleh atmosfer, bagaimana
dengan cahaya dengan panjang gelombang yang panjang?
Cahaya
dengan panjang gelombang yang relatif panjang, seperti warna merah, jingga,
kuning, dan ungu tidak terhalang oleh atmosfer bumi, sehingga langsung menuju
bumi dan menjadi satu warna, yaitu kuning. Itulah kenapa matahari tampak oleh
mata kita berwarna kuning .
Lalu, mengapa langit sore berwarna merah kejinggan?
Berbeda
saat siang hari, di mana posisi permukaan bumi yang menghadap matahari langsung
mendapatkan cahaya yang tegak lurus, ketika matahari terbit/terbenam pada sore
hari mengakibatkan jarak lintasan cahaya matahari yang harus melewati atmosfer
menjadi lebih jauh di posisi kita melihat. Hal tersebutlah yang menyebabkan
cahaya dengan panjang gelombang yang panjang seperti merah, jingga, atau kuning
ikut membia. Sedangkan wana biru terhalang sehingga tak terlihat oleh mata
kita. Itulah alasan mengapa pada sore hari warna langit menjadi merah kejinggan



Posting Komentar untuk "SENJA DAN FISIKA"