TIKUS & FISIKA
TIKUS & FISIKA
Oleh : Rian Ari
Utomo,S.Pd.
Tikus merupakan salah satu hewan pengerat yang sering dianggap musuh bagi manusia. Mereka biasanya berkeliaran di berbagai tempat yang sering kita jumpai, mulai dari lingkungan rumah, kebun, sawah, hingga perkantoran. Tikus merupakan omnivora (pemakan segalanya), mereka suka memakan apa saja, mulai dari daging, sayuran, dan bermacam makanan lainnya.
Bagi petani, tikus merupakan ancaman
karena merupakan hama. Tikus sering memakan/merusak tanaman padi, kacang,
jagung dan tanaman lainnya yang ditanam oeh para petani. Akibatnya, hasil panen
petani pun berkurang.
Anehnya, di kartun, tikus
digambarkan sebagai sosok yang lucu dan baik hati,seperti sosok Jerry, tikus
dalam kartun TOM and JERRY.
Nah, di balik banyak kerusakan yang
disebabkan olehnya, ternyata masih ada hal yang dapat kita pelajari dari tikus,
terutama saat tikus membuat lubang sarang di tanah. Emang apa yang dapat kita
pelajari? Hmm ... sabar, coba kalian lanjutkan aja membaca artikel ini sampai selesai.
Jika kalian pernah belajar Fisika,
baik saat kalian SMP maupun SMA, tentunya kalian pernah mendengar beberapa
hukum fisika. Hukum tentang gerak dan gaya “hukum Newton”, hukum kekekalan
energi, hukum Gauss, hukum termodinamika, hukum Bernoulli, dan beberapa hukum
fisika lainnya.
Hukum Bernoulli merupakan salah satu
hukum dalam ilmu fisika yang prinsipnya sudah banyak diaplikasikan dalam
kehidupan sekitar kita, antara lain: efek venturi, tabung pitot, cerobong asap
dan yang paling familiar bagi kita tentunya aplikasinya pada sayap pesawat
terbang.
Nah, sebelum membahas penerapan prinsip Bernoulli yang digunakan si tikus, mari
sejenak kita
nostalgia dengan hukum Bernoulli.
Jika kita membahas tentang hukum
Bernoulli, berarti kita membahas hubungan antara kecepatan aliran fluida
(fluida dinamis), ketinggian, dan tekanan menggunakan konsep usaha dan energi.
Jadi, hukum Bernoulli masih berhubungan dengan konsep usaha dan hukum kekekalan
energi.
Persamaan diatas merupakan persamaan
Bernoulli. Persamaan tersebut didapatkan dengan menurunkan usaha dan energi
yang bekerja pada aliran fluida. Penjelasan lengkapnya bagaimana persamaan
tersebut diperoleh bisa kalian lihat lagi di buku fisika kalian atau lihat pada
lampiran di sini.
Gambar di atas adalah ilustasi
lubang yang dibuat tikus di dalam tanah. Lubang tersebut sangat penting bagi
tikus karena selain berfungsi sebagai sarang, lubang tersebut juga berguna
untuk bersembunyi dari para predator yang membahayakan kehidupan si tikus.
Karena pentingnya lubang tersebut, maka si tikus membuat lubang tersebut tidak
asal-asalan.
Ternyata, saat tikus membuat lubang tersebut mereka menggunakan prinsip Bernoulli, lho. Hebat juga, ya.
Coba kalian amati gambar di atas!
Lubang-lubang tersebut memiliki ketinggian yang berbeda. Hal tersebut
dimaksudkan agar Si Tikus tidak mati karena sesak napas.
Lah, kok bisa?
Emmm ... begini. Karena perbedaan
ketinggian pada permukaan tanah tersebut, maka udara berdesak-desakan. Aliran
udara tersebut mirip seperti aliran air yang mengalir dari pipa yang
penampangnya besar menuju pipa yang penampangnya kecil. Karena udara tersebut
berdesak-desakan, maka laju udara meningkat (v) yang mengakibatkan tekanan
udara menurun (p).
Karena adanya perbedaan tekanan
udara tersebut, maka udara dipaksa mengalir masuk melalui lubang tikus. Hal
tersebut sesuai denga konsep "udara mengalir dari tempat yang tekanan
udara-nya tinggi ke tempat yang tekanan udaranya rendah". Dengan
menggunakan prinsip tersebut memungkikan si tikus dapat bernafas di bawah
tanah.
Bagaimana,
Teman-Teman? Tikus aja suka fisika lho, maka kamu nggak

Posting Komentar untuk "TIKUS & FISIKA"