Warna - Warni Api, Bukti Keindahan Fisika
Warna - Warni Api, Bukti Keindahan
Fisika
Oleh : Rian Ari Utomo, S.Pd.
"ADA ASAP ADA API"
Tentunya peribahasa di atas sudah cukup familiar bagi kita. Munculnya asap
merupakan pertanda adanya api. Benarkah setiap kita menyalakan api, akan selalu
dibarengi dengan munculnya asap?
Hmm ... jika kalian sudah tahu
jawabannya, simpanlah jawaban kalian terlebih dahulu. Mari kita sedikit
mengulas tentang api dan jenisnya.
Api
merupakan elemen penting yang tak lepas dari kehidupan kita sehari-hari, sama
halnya dengan air, udara, dan tanah. Banyak sekali manfaat api yang sudah kita
rasakan setiap harinya, salah satunya adalah saat kita memasak makanan.
Saat
kalian memasak makanan dengan menggunakan kompor gas, coba kalian amati warna
api yang muncul. Umumnya warna api yang muncul adalah api berwarna biru.
Bandingkan dengan api yang muncul saat kalian menggunakan korek ap atau api
yang muncul saat kalian membakar kayu untuk api unggun!
Apakah
warna api yang muncul berwarna sama?
Tentunya
tidak. Umumnya api yang muncul dari korek api atau kayu api unggun yang
terbakar berwarna oranye kekuningan.
Mengapa warna api tersebut berbeda-beda?
Jika kita pernah belajar kimia dasar maupun fisika saat SMA, tentunya kalian
ingat jika api terjadi dari reaksi pembakaran senyawa yang mengandung unsur
oksigen (O2). Jika suatu reaksi pembakaran kekurangan unsur oksigen (O2), maka
efisiensi pembakaran akan berkurang yang mengakibatkan munculnya asap atau
jelaga (asap merupakan contoh senyawa karbon). Jadi, dalam reaksi pembakaran
membutuhkan unsur Oksigen (O2). Lilin yang yang mati ketika ditutup gelas merupakan salah
satu contoh reaksi pembakaran yang kekurangan oksigen.
Reaksi pembakaran merupakan reaksi
oksidasi, yaitu reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Artinya,
dalam reaksi pembakaran selalu melepaskan elektron. Ketika suatu reaksi
melepaskan elektron, maka terjadi pelepasan energi. Hal tersebut terbukti
dengan nilai entalpi energi reaksi pembakaran yang selalu negatif (entalpi
energi adalah jumlah energi dalam suatu sistem dengan tekanan tetap).
Warna api ada berbagai macam, ada
api warna merah, api warna biru, api warna putih, dan api warna hitam
(transparan). Warna api yang berbeda beda dipengaruhi oleh faktor suhu (faktor
fisika) dan zat yang mengalami reaksi pembakaran (faktor kimia).
Api Merah
Api merah umumnya bersuhu <1.000oC. Api jenis ini sering kita jumpai dalam kehidupan
kita sehari-hari. Api yang berwarna oranye kekuningan mempunyai suhu di atas
api merah di bawah api biru. Kita akan menjumpainya saat kita menyalakan korek
maupun membakar kayu saat membuat api unggun.
Api Biru
Api biru memiliki suhu di atas api merah, tapi suhunya masih < 2.000oC. Api jenis
ini akan kita jumpai saat kita memasak dengan kompor gas
Api Putih
Api putih memiliki suhu > 2.000oC. Api jenis ini bisa kita temukan pada industri-industri
yang memproduksi material baja, besi, dan sejenisnya. Selain itu, api ini juga
terdaat dalam inti matahari.
Api Hitam
Merupakan api yang paling panas.
Konon api hitam merupakan api yang tedapat dalam neraka. Saat kalian menyalakan
lilin, coba amati pada bagian pangkal api. Pada bagian pangkal api tersebut
terlihat warna api nyaris tranparan. Api tersebut merupakan api hitam karena
warna hitam pada spektrum gelombang cahaya didefinisikan sebagai kondisi
ketiadaan cahaya. Hal tersebutlah yang menyebabkan api tampak transparan.
Mengapa api merah suhunya paling
rendah, sedangkan api biru lebih panas?
Hal tersebut ada kaitannya dengan
Hukum Pergeseran Wien, di mana panjang gelombang berbanding terbalik dengan
suhu benda.
Seperti kita ketahui, spektrum
gelombang warna merah memiliki panjang gelombang lebih tinggi dibandingkan
dengan warna biru, sehingga api merah suhunya lebih rendah daripada api biru
dan seterusnya. Terkait dengan panjang gelombang spektrum cahaya tampak, bisa
kalian lihat pada tabel berikut:
Warna api juga dipengaruhi oleh
faktor kimia (zat yang mengalami reaksi pembakaran). Contohnya pada pembakaran
sodium akan menghasilkan api berwarna oranye. Pada pembakaran stronsium klorida
mengahasilkan api berwarna merah. Pada pembakaran kalium nitrat menghasilkan
api berwarna ungu. Pada pembakaran tembaga menghasilkan api berwarna biru.
Sekian, semoga bermanfaat

Posting Komentar untuk "Warna - Warni Api, Bukti Keindahan Fisika"