Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembuatan Eko-enzim dari Limbah Kulit Buah Sebagai Hasil Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5 ) di SMAN 3 Batam

Pembuatan Eko-enzim dari Limbah Kulit Buah Sebagai Hasil Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5 ) di SMAN 3 Batam

Oleh :  Seriosa Sidebang, S. Pd.

Limbah merupakan segala sesuatu sisa pemakaian barang dan bahan makanan dari berbagai aktivitas sehari-hari. Limbah dapat berupa sisa bahan produksi; bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian; barang rusak atau cacat dalam proses produksi. Limbah dapat terbagi atas dua jenis yakni limbah organik dan limbah anorganik.

Limbah organik adalah sisa bahan atau sampah yang dapat didaur ulang dan berasal dari makhuk hidup, seperti limbah makanan, limbah kotoran makhluk hidup, ataupun limbah tanaman. Limbah organik mudah terurai melalui beberapa proses alami. Limbah organik berbeda dengan limbah anorganik.. limbah organik dapat diuraikan kembali oleh bakteri dan dapat didaur ulang mejadi berbagai macam hal yang bermamfaat, seperti pupuk atau sebagai sumber gas. Walaupun limbah organik bisa membusuk secara alami, kita tidak boleh membuang limbah organik secara sembarangan.

Salah satu pengolahan limbah organik adalah dengan cara pengomposan baik secara aerobik maupun anaerobik serta dengan membuat eko-enzim. Kelebihan eko-enzim adalah tidak memerlukan lahan yang luas untuk proses fermentasi seperti pada proses pembuatan kompos.  Pembuatan eko-enzim sangat hemat dalam hal tempat pengolahan dan dapat diterapkan di rumah

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah sebuah pendekatan pembelajaran melalui projek dengan sasaran utama mencapai dimensi Profil Pelajar Pancasila. Peserta didik akan belajar menelaah tema-tema tertentu yang menjadi prioritas setiap tahunnya.

Adapun target projek  ini adalah Penguatan Profil Pelajar Pancasila  antara lain: Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bangunlah Jiwa dan raganya, Suara Demokrasi, Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI serta Kewirausahaan. Siswa dapat membangun kesadaran ramah lingkungan dan mempromosikan gaya hidup lestari berkelanjutan dalam kesehariannya.

Projek P4 yang diadakan secara berkelompok dapat menghasilkan ide-ide yang beragam sebagai aksi nyata Projek P4 dalam bidang gaya hidup berkelanjutan, salah satunya membuat eko-enzim dari limbah kulit buah. Alat dan bahan yang dibutuhkan tidak banyak antara lain: Toples bekas, pisau, talenan, kulit buah, gula aren dan air. Adapun perbandingannya antar lain Kulit buah : Gula aren : Air mineral yaitu 3 : 1 : 10 misalnya kulit buah 450 gram : Gula aren 150 gram : Air mineral 1 liter. Dengan demikian, setiap anggota kelompok dapat bekerja sama dengan baik.

Proses fermentasi dalam pembuatan eko-enzim berlangsung selama 3 (tiga) bulan. Setelah itu cairan yang dihasilkan yaitu berwarna cokelat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat sudah bisa dimamfaatkan. Eko-enzim dapat digunakan sebagai pupuk cair organic tanaman, campuran deterjen, pembersih lantai, perbersih sisa pestisida, pembersih kerak, dan sebagai bahan lulur untuk menghaluskan kulit.

 (dokumentasi penulis : Klik )

Posting Komentar untuk "Pembuatan Eko-enzim dari Limbah Kulit Buah Sebagai Hasil Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5 ) di SMAN 3 Batam"