PEMANFAATAN MEDIA MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 GROBOGAN
Abstrak
Kurangnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi dalam belajar
ekonomi di SMAN 1 Grobogan merupakan salah satu
permasalahan yang sering dijumpai dalam kegiatan pembelajaran. Dikarenakan
dalam era digital sekarang ini siswa atau peserta didik cenderung kurang memanfaatkan
alat komunikasinya yaitu handphone secara positif. Dimana peserta didik
dalam kegiatan pembelajaran hanya menggunakan handphone hanya sebagai alat
komunikasi, media sosial dan hobi (bermain game) saja. Padahal sesungguhnya
handphone yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain yang lebih
bermanfaat contohnya bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Terlebih kita berbicara tentang mata pelajaran
ekonomi yang cenderung bagi sebagian murid khususnya siswa/ peserta didik yang
mengambil jurusan IPS di katakan sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit
dan membosankan. Sebagai seorang pendidik yang mengampu mata pelajaran ekonomi,
saya mempunyai tanggung jawab yang besar untuk memanfaatkan media yang ada,
serta menjadikan belajar ekonomi itu lebih menarik dan menyenangkan sehingga
menumbuhkan kemampuan belajar siswa yang lebih positif, optimal dan mampu
meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas. Agar
kegiatan pembelajaran dalam kelas menarik, efektif, dan melibatkan keaktifan
peserta didik atau berpusat pada siswa atau peserta didik (Students centered)
maka model pembelajaran yang saya digunakan adalah PBL (problem based
learning) dengan media Mind mapping atau peta konsep. Selain itu penggunaan
model dan media pembelajaran ini dapat mengatasi ketidak aktifan
peserta didik dalam kelompok karena setiap anggota diberi
subtopik yang berbeda serta topik yang berbeda di setiap kelompok belajar. Menjadikan
mind mapping dapat di buat tepat waktu sesuai permintaan dari guru untuk
dipresentasikan dalam kelas dan dimanfaatkan peserta didik sebagai media
belajar peserta didik dalam belajar mandiri. Sehingga peserta didik lebih
tertarik dan termotivasi untuk belajar ekonomi, berakibat pada keberhasilan
tingkat belajar siswa.
Kata Kunci : students
centered, problem based learning, mind mapping
PEMBAHASAN
Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik untuk meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik SMA Negeri 1 Grobogan dalam menghilangkan anggapan peserta didik
bahwa "mata pelajaran ekonomi susah dan membosankan" berdasarkan kajian literasi,
wawancara ahli atau pakar dan rekan sejawat adalah sebagai berikut:
1. Materi yang akan disampaikan pendidik harus dapat diintegrasikan dengan
kehidupan sehari-hari peserta didik misalkan mengambil contoh jenis-jenis pasar
yang ada dimasyarakat dan dikaitankan dengan materi struktur pasar.
2. Sumber belajar peserta didik tidak hanya dari buku teks saja akan tetapi bisa
juga dari berbagai sumber belajar seperti internet dan media belajar lainnya.
3. Menggunakan
model pembelajaran problem based learning dengan mind mapping,
diskusi dan tanya jawab. Saya menggunakan strategi ini di karenakan dengan menggunkan
model PBL dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar ekonomi peserta didik
dalam memecahkan masalah sehingga di kegiatan pembelajaran ini peserta didik
lebih aktif dan banyak terlibat (students centered). Untuk penggunaan mind
mapping, peserta didik dapat melakukan diskusi dengan
sungguh-sungguh dengan adanya kewajiban membuat peta konsep pelajaran ekonomi
sesuai subtopik yang didapat.
4. Media yang
digunakan adalah LCD untuk power point dan handphone untuk aplikasi
canva yang di jadikan media penggunaan mind mapping sehingga dapat
menarik perhatian dan motivasi peserta didik untuk belajar ekonomi.
5.
Penggunaan langkah-langkah kegiatan pembelajaran
dengan model PBL dengan mind mapping adalah sebagai berikut;
1.
Orientasi peserta didik pada masalah
Pendidik memberikan pertanyaan pemantik dan memberikan gambaran umum materi dengan mengunakan LCD. Kemudian pendidik menjelaskan gambaran
umum aktivitas
pembelajaran berbasis masalah dengan mind mapping. Setelah itu
peserta didik menyimak penjelasan Pendidik
dan menyiapkan diri untuk beraktivitas. Peserta didik juga menanggapi pertanyaan dan
penjelasan dari
Pendidik yang telah ditampilkan.
2. Mengorganisasikan
peserta didik untuk belajar dengan metode PBL dengan mind mapping yaitu
dengan mengorganisasikan
peserta didik dalam kelompok
yang terdiri dari empat orang
peserta didik dimana setiap kelompok diberikan subtopik yang
berbeda-beda. Pembagian kelompok yang dipilih dan disampaikan oleh pendidik disesuaikan
hasil belajar peserta didik. Pendidik meminta peserta didik menata tempat duduk secara melingkar sesuai
dengan pembagian kelompoknya. Peserta didik menata tempat duduk sesuai dengan arahan
Pendidik dan memposisikan diri sesuai dengan kelompok yang dibagi oleh
Pendidik.
3.
Membimbing penyelidikan individu maupun
kelompok dimana pendidik melakukan pengamatan terhadap aktivitas peserta didik
selama berdiskusi dan membuat mind mapping. Peserta didik berdiskusi
dalam kelompok untuk memecahkan masalah dan menentukan desain mind mapping
yang akan dibuat. Pendidik memberikan kesempatan apabila ada peserta didik yang
ingin bertanya mengenai materi yang belum jelas maupun kendala pembuatan mind
mapping menggunakan aplikasi canva disini peserta didik menanggapi pertanyaan
dari Pendidik. Pendidik
membimbing peserta didik untuk mencari informasi dari berbagai sumber untuk
dapat membuat mind mapping menggunakan aplikasi canva. Peserta didik mendengarkan
penjelasan dari pendidik sembari mencari informasi untuk memecahkan masalah.
4.
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya,
di sini pendidik
membimbing dan mengamati peserta didik dalam membuat mind mapping.
Pendidik menekankan untuk tidak melakukan tindakan plagiasi terhadap karya mind
mapping orang lain yang tersedia di internet. Peserta didik secara
berkelompok menyajikan masalah yang diberikan dalam bentuk mind mapping. Pendidik meminta setiap
kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok berupa mind mapping. Peserta didik
mempresentasikan hasil mind mapping-nya di depan kelas. Pendidik mengamati dan
memandu jalannya diskusi serta melakukan penilaian terhadap hasil tugas dan presentasi
peserta didik. Peserta
didik/kelompok lain yang tidak melakukan presentasi menyimak dan diberi
kesempatan untuk memberikan tanggapan/bertanya.
5.
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah, dengan peserta
didik berdiskusi untuk menyimpulkan materi yang sudah di pelajari. Kemudian pendidik mengevaluasi dan
memberikan penguatan materi terhadap mind mapping yang dipresentasikan dan peserta didik menyimak
penjelasan dari pendidik.
Tantangan
yang ingin dicapai untuk meningkatkan penggunaan media pembelajaran yang mampu
menarik perhatian peserta didik dalam belajar ekonomi adalah
1. Rendahnya
motivasi dan minat belajar ekonomi peserta didik karena anggapan mata pelajaran
ekonomi itu sulit dan membosankan.
2. Terbatasnya
sarana dan prasarana di sekolah, yaitu seperti koneksi internet
3. Kesiapan
peserta didik dalam proses pembelajaran dan mengoperasikan aplikasi untuk
membuat mind mapping, yaitu canva
4. Keaktifan peserta didik dalam pembelajaran dan diskusi kelompok.
KESIMPULAN
1. Model pembelajaran PBL merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok
dimana di dalamnya terdapat lima fase pembelajaran yaitu orientasi masalah, mengorganisasikan,
membimbing, mengembangkan dan menyajikan, serta di fase terakhir menganalisis
dan mengevaluasi.
2. Pemanfaatan handphone peserta didik dimana dipakai sebagai media
pembelajaran dengan membuat mind mapping dalam kegiatan belajar ekonomi di dalam
kelas ternyata mampu menumbuhkan ketertarikan dan kesukaan peserta didik untuk
belajar ekonomi. Hal tersebut terlihat pada saat pendidik melakukan refleksi
kepada peserta didik, dimana pendidik menanyakan apakah yang di sukai di
pembelajaran tersebut. Ternyata keseluruhan peserta didik menjawab sangat
menyukai kegiatan diskusi menggunakan mind mapping. Karena kegiatan
belajar menjadi menarik dan memudahkan belajar peserta didik dalam memahami
materi ekonomi.
3. Keberhasilan penggunaan model pembelajaran PBL dengan mind mapping
dikarenakan dalam kelompok beranggotakan 4-5 siswa (kelompok kecil) sehingga
pembagian tugas dalam setiap kelompok rata serta
pengendalian dalam kelompok lebih mudah terkontrol. Selain itu pembagian anggota kelompok dipilihkan oleh pendidik sehingga
terhindar dari adanya kelompok yang tidak aktif pada saat diskusi dan
presentasi. Karena kadang yang sering terjadi dalam kelompok
pasti ada pribadi yang ingin menonjol sehinga pendidik bisa mengantisipasi adanya
persaingan didalamnya.

Posting Komentar untuk "PEMANFAATAN MEDIA MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 GROBOGAN"