Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PEMANFAATAN MEDIA MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 GROBOGAN


Oleh : Angella Puspita Veranica, S. Pd.

Abstrak

Kurangnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi dalam belajar ekonomi di SMAN 1 Grobogan merupakan salah satu permasalahan yang sering dijumpai dalam kegiatan pembelajaran. Dikarenakan dalam era digital sekarang ini siswa atau peserta didik cenderung kurang memanfaatkan alat komunikasinya yaitu handphone secara positif. Dimana peserta didik dalam kegiatan pembelajaran hanya menggunakan handphone hanya sebagai alat komunikasi, media sosial dan hobi (bermain game) saja. Padahal sesungguhnya handphone yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat contohnya bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Terlebih kita berbicara tentang mata pelajaran ekonomi yang cenderung bagi sebagian murid khususnya siswa/ peserta didik yang mengambil jurusan IPS di katakan sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Sebagai seorang pendidik yang mengampu mata pelajaran ekonomi, saya mempunyai tanggung jawab yang besar untuk memanfaatkan media yang ada, serta menjadikan belajar ekonomi itu lebih menarik dan menyenangkan sehingga menumbuhkan kemampuan belajar siswa yang lebih positif, optimal dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas.  Agar kegiatan pembelajaran dalam kelas menarik, efektif, dan melibatkan keaktifan peserta didik atau berpusat pada siswa atau peserta didik (Students centered) maka model pembelajaran yang saya digunakan adalah PBL (problem based learning) dengan media Mind mapping atau peta konsep.  Selain itu penggunaan model dan media pembelajaran ini dapat mengatasi ketidak aktifan peserta didik dalam kelompok karena setiap anggota diberi subtopik yang berbeda serta topik yang berbeda di setiap kelompok belajar. Menjadikan mind mapping dapat di buat tepat waktu sesuai permintaan dari guru untuk dipresentasikan dalam kelas dan dimanfaatkan peserta didik sebagai media belajar peserta didik dalam belajar mandiri. Sehingga peserta didik lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar ekonomi, berakibat pada keberhasilan tingkat belajar siswa.

Kata Kunci : students centered, problem based learning, mind mapping

 

PEMBAHASAN

Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik untuk meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik SMA Negeri 1 Grobogan dalam menghilangkan anggapan peserta didik bahwa "mata pelajaran ekonomi susah dan membosankan" berdasarkan kajian literasi, wawancara ahli atau pakar dan rekan sejawat adalah sebagai berikut:

1.     Materi yang akan disampaikan pendidik harus dapat diintegrasikan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik misalkan mengambil contoh jenis-jenis pasar yang ada dimasyarakat dan dikaitankan dengan materi struktur pasar.

2.     Sumber belajar peserta didik tidak hanya dari buku teks saja akan tetapi bisa juga dari berbagai sumber belajar seperti internet dan media belajar lainnya.

3.     Menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan mind mapping, diskusi dan tanya jawab. Saya menggunakan strategi ini di karenakan dengan menggunkan model PBL dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar ekonomi peserta didik dalam memecahkan masalah sehingga di kegiatan pembelajaran ini peserta didik lebih aktif dan banyak terlibat (students centered). Untuk penggunaan mind mapping, peserta didik  dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh dengan adanya kewajiban membuat peta konsep pelajaran ekonomi sesuai subtopik yang didapat.

4.     Media yang digunakan adalah LCD untuk power point dan handphone untuk aplikasi canva yang di jadikan media penggunaan mind mapping sehingga dapat menarik perhatian dan motivasi peserta didik untuk belajar ekonomi.

5.     Penggunaan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dengan model PBL dengan mind mapping adalah sebagai berikut;

1.     Orientasi peserta didik pada masalah

Pendidik memberikan pertanyaan pemantik dan memberikan gambaran umum materi dengan mengunakan LCD. Kemudian pendidik menjelaskan gambaran umum aktivitas pembelajaran berbasis masalah dengan mind mapping. Setelah itu peserta didik menyimak penjelasan Pendidik dan menyiapkan diri untuk beraktivitas. Peserta didik juga menanggapi pertanyaan dan penjelasan dari Pendidik yang telah ditampilkan.

2.     Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar dengan metode PBL dengan mind mapping yaitu dengan mengorganisasikan peserta didik dalam kelompok yang terdiri dari empat orang peserta didik dimana setiap kelompok diberikan subtopik yang berbeda-beda. Pembagian kelompok yang dipilih dan disampaikan oleh pendidik disesuaikan hasil belajar peserta didik. Pendidik meminta peserta didik menata tempat duduk secara melingkar sesuai dengan pembagian kelompoknya. Peserta didik menata tempat duduk sesuai dengan arahan Pendidik dan memposisikan diri sesuai dengan kelompok yang dibagi oleh Pendidik.

3.     Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok dimana pendidik melakukan pengamatan terhadap aktivitas peserta didik selama berdiskusi dan membuat mind mapping. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memecahkan masalah dan menentukan desain mind mapping yang akan dibuat. Pendidik memberikan kesempatan apabila ada peserta didik yang ingin bertanya mengenai materi yang belum jelas maupun kendala pembuatan mind mapping menggunakan aplikasi canva disini peserta didik menanggapi pertanyaan dari Pendidik. Pendidik membimbing peserta didik untuk mencari informasi dari berbagai sumber untuk dapat membuat mind mapping menggunakan aplikasi canva. Peserta didik mendengarkan penjelasan dari pendidik sembari mencari informasi untuk memecahkan masalah.

4.     Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, di sini pendidik membimbing dan mengamati peserta didik dalam membuat mind mapping. Pendidik menekankan untuk tidak melakukan tindakan plagiasi terhadap karya mind mapping orang lain yang tersedia di internet. Peserta didik secara berkelompok menyajikan masalah yang diberikan dalam bentuk mind mapping. Pendidik meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok berupa mind mapping. Peserta didik mempresentasikan hasil mind mapping-nya di depan kelas. Pendidik mengamati dan memandu jalannya diskusi serta melakukan penilaian terhadap hasil tugas dan presentasi peserta didik. Peserta didik/kelompok lain yang tidak melakukan presentasi menyimak dan diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan/bertanya.

5.     Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, dengan peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan materi yang sudah di pelajari. Kemudian pendidik mengevaluasi dan memberikan penguatan materi terhadap mind mapping yang dipresentasikan dan peserta didik menyimak penjelasan dari pendidik.

Tantangan yang ingin dicapai untuk meningkatkan penggunaan media pembelajaran yang mampu menarik perhatian peserta didik dalam belajar ekonomi adalah

1.   Rendahnya motivasi dan minat belajar ekonomi peserta didik karena anggapan mata pelajaran ekonomi itu sulit dan membosankan.

2.   Terbatasnya sarana dan prasarana di sekolah, yaitu seperti koneksi internet

3.   Kesiapan peserta didik dalam proses pembelajaran dan mengoperasikan aplikasi untuk membuat mind mapping, yaitu canva

4.   Keaktifan peserta didik dalam pembelajaran dan diskusi kelompok.

 

KESIMPULAN

1.      Model pembelajaran PBL merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dimana di dalamnya terdapat lima fase pembelajaran yaitu orientasi masalah, mengorganisasikan, membimbing, mengembangkan dan menyajikan, serta di fase terakhir menganalisis dan mengevaluasi.

2.      Pemanfaatan handphone peserta didik dimana dipakai sebagai media pembelajaran dengan membuat mind mapping dalam kegiatan belajar ekonomi di dalam kelas ternyata mampu menumbuhkan ketertarikan dan kesukaan peserta didik untuk belajar ekonomi. Hal tersebut terlihat pada saat pendidik melakukan refleksi kepada peserta didik, dimana pendidik menanyakan apakah yang di sukai di pembelajaran tersebut. Ternyata keseluruhan peserta didik menjawab sangat menyukai kegiatan diskusi menggunakan mind mapping. Karena kegiatan belajar menjadi menarik dan memudahkan belajar peserta didik dalam memahami materi ekonomi.

3.      Keberhasilan penggunaan model pembelajaran PBL dengan mind mapping dikarenakan dalam kelompok beranggotakan 4-5 siswa (kelompok kecil) sehingga pembagian tugas dalam setiap kelompok rata serta pengendalian dalam kelompok lebih mudah terkontrol. Selain itu pembagian anggota kelompok dipilihkan oleh pendidik sehingga terhindar dari adanya kelompok yang tidak aktif pada saat diskusi dan presentasi. Karena kadang yang sering terjadi dalam kelompok pasti ada pribadi yang ingin menonjol sehinga pendidik bisa mengantisipasi adanya persaingan didalamnya.

 

Posting Komentar untuk "PEMANFAATAN MEDIA MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 GROBOGAN"