Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)
Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
Nama : Rian Ari Utomo
Prodi : Pendidikan
Fisika
Universitas Syiah Kuala
|
Lokasi
|
SMK Negeri 1 Pedan
Kabupaten Klaten |
|
Lingkup
Pendidikan |
Sekolah Menengah Kejuruan |
|
Tujuan
yang ingin dicapai |
1.
Melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat mendefinisikan energi
potensial,energi kinetik dan energi mekanik dengan benar dan percaya diri 2.
Melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat menganalisa
hubungan besaran yang berkaitan dengan energi potensial,energi
kinetik dan energi mekanik dengan baik 3.
Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat Menganalisis
hubungan besaran-besaran yang berkaitan dengan energi potensial,energi kinetik
dan energi mekanik percaya diri 4.
Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik Menyelidiki
hubungan besaran-besaran terhadap energi potensial dan energi kinetik melalui
percobaan dengan baik
dan benar. 5.
Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat Mempresentasikan
hasil pengamatan ilmiah mengenai hubungan besaran-besaran terhadap energi
potensial,energi kinetik dan energi mekanik dengan percaya diri |
|
Penulis
|
Rian Ari Utomo, S.Pd |
|
Tanggal
|
Selasa, 10 Januari 2023 |
|
Situasi: Kondisi
yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk
dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. |
Kondisi yang melatar belakangi masalah di sekolah
selama ini yaitu: 1. Peserta didik kurang aktif selama dalam diskusi 2. Peserta didik masing kurang percaya diri
mengutarakan pendapat di depan kelas 3. Peserta didik tidak berani bertanya selama proses
pembelajaran jika mengalami kesulitan 4. Peserta didik mengalami kesulitan dalam mengaitkan
konsep fisika dengan penerapan teknologi sehari-hari 5. Peserta didik belum maksimal dalam penggunaan
teknologi untuk membantu pembelajaran. Masalah kondisi tersebut dikarenakan pembelajaran
yang dilaksanakan guru tidak menggunakan model pembelajaran inovatif dan kontekstual,
pembelajaran berlangsung monoton dan lebih didominasi dengan metode ceramah
sehingga pembelajaran hanya terpusat pada guru bukan peserta didik.
Pembelajaran seperti ini belum mendorong peserta didik untuk aktif
berpendapat, bertanya dan berpikir kritis. Padahal pembelajaran abad 21
dituntut untuk mencakup kompetensi 4C (critical
thinking, collaboration, creative dan communicative). Disamping itu,
pembelajaran yang berpusat pada guru ini belum mendorong siswa untuk
menemukan pengetahuannya sendiri dan tidak memberikan pengalaman belajar nyata sehingga
pemahaman konsep tidak bertahan lama di ingatan siswa. Pembelajaran yang
dilakukan oleh guru belum menerapkan metode yang tepat untuk memfasilitasi
peserta didik sebagai pusat pembelajaran (tidak mendukung peserta didik
berkomunikasi baik dengan guru maupun antar peserta didik). Guru juga belum
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang tepat dalam pembelajaran
yang dilakukan serta belum memanfaatkan media pembelajran yang interaktif untuk
menyampaikan materi. Praktik yang baik ini penting dibagikan karena terkhusus
bagi saya sendiri dapat menjadi motivasi untuk selalu mengembangkan diri dan
selalu berinovasi dalam mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran
yang akan dilakukan sehari-hari. Selain itu juga, diharapkan dapat menjadi
referensi bagi rekan-rekan pendidik. Praktik baik ini perlu dibagikan agar
seluruh pendidik bergerak bersama untuk melakukan model pembelajaran inovatif
yang sesuai implementasi Kurikulum Merdeka baik dengan model pembelajaran
Discovery/Inquiry Learning, model Problem-based Learning (PBL), maupun model
Project based Learning (PjBL). Diharapkan dengan model pembelajaran inovatif
dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial, dan mengembangkan rasa
keingintahuan sehingga peserta didik lebih nyaman dan merdeka sesuai kodrat dan
zamannya. Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini
adalah sebagai peneliti dalam mengidentifikasi permasalahan yang terjadi
selama proses belajar mengajar di kelas dan mencari solusi dari permasalahan
tersebut. Pendidik menerapkan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan
karakter materi pembelajaran (dalam praktik ini memilih model pembelajaran Problem based Learning). Saya juga
bertanggung jawab untuk melaksanakan metode dan model pembelajaran yang
inovatif tersebut di sekolah tempat saya bertugas sehingga dapat meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar peserta didik. |
|
Tantangan : Apa
saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang
terlibat, |
Tantangan
yang saya hadapi untuk mencapai tujuan, yaitu: 1. Penyesuaian jam mengajar di sekolah dengan jadwal
PPL yang akan dilaksanakan 2. Persiapan teknis seperti pengadaan tripod, kamera,
speaker dan LCD proyektor serta koneksi internet membutuhkan waktu yang
ekstra 3. Masih ada peserta didik yang kurang aktif dalam kegiatan
diskusi karena kurang kerjasama dan kurang peduli 4. Masih ada peserta didik yang belum percaya diri
untuk menyampaikan pendapatnya di depan kelas Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu: 1. Saya sendiri sebagai pengajar di kelas 2. Ibu Dra. Elisa, M.Si sebagai Dosen Pamong dan Ibu Dra.
Syamsyiah sebagai Guru Pamong yang memberikan pengetahuan dan bimbingan dalam
penyusunan rencana aksi. 3. Bapak Muhamad Choiri, S.Pd, M.Pd. selaku Kepala SMK
Negeri 1 Pedan 4. Bapak Purwadi, S.Pd. Ibu Anik Hariyati, S.Pd. Ibu
Herlina Mayasari, S.Pd. dan Bapak Azis Setiawan, S.Pd. rekan sejawat yang
membantu dalam pelaksanaan PPL aksi 2 5. Peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Pedan sebagai
subjek dalam kegiatan pembelajaran. |
|
Aksi : Langkah-langkah
apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang
digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber
daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini |
Menyusun
perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPP, LKPD, Media, Asesmen dan bahan
Ajar dalam 1 pertemuan tentang materi Energi Mekanik yang akan digunakan
berbasis model pembelajaran Problem based Learning. Dimana, media
pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran PBL materi Energi Mekanik ini
yaitu Phet colorado untuk memperlihatkan proses dan gambaran Energi Mekanik.
Situs Phet Colorado sudah dipersiapkan untuk bisa diakses sendiri oleh siswa
dengan cara melakukan scan QR barcode di LKPD. Selain itu, peneliti juga menggunakan
media power point dalam menyampaikan materi serta google form sebagai media
pengerjaan tes di akhir pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran problem
based learning dalam digunakan dalam pembelajaran dengan materi Energi
Mekanik diharapkan dapat meningkatkan
aktivitas peserta didik dalam berdiskusi dan dapat mengembangkan kemampuan
untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk
mengkonstruksi pengetahuan baru. Penentuan
jadwal PPL aksi 2 dan konfirmasi kepada rekan-rekan guru. PPL aksi 2
dilaksanakan dalam 1 pertemuan yakni pada hari Selasa, 10 Januari 2023. |
|
Refleksi Hasil dan
dampak Bagaimana
dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya
efektif? Atau tidak efektif? Mengapa?
Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang
menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang
dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut |
Dampak dari
aksi tersebut adalah peserta didik yang |
Posting Komentar untuk "Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)"