Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada aspek fisik dalam konteks pembelajaran geografi di kelas XI SMA Peminatan

 

 

Oleh: Wahyudi Harry Purnomo,S.Pd

SMA Negeri 1 Grobogan

       Penelitian ini menguraikan karakteristik khusus dari model PJBL, memberikan contoh penerapannya, dan menguraikan sintak atau langkah-langkah yang diperlukan untuk menerapkan model pembelajaran ini dengan efektif.

           Model pembelajaran PJBL, sebagai metode yang berbasis proyek, menawarkan pendekatan yang berbeda dalam memahamkan konsep-konsep geografi kepada peserta didik. Pembelajaran ini mempunyai langkah-langkah konkrit, termasuk menyusun pertanyaan atau tugas proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, mendesain perencanaan proyek secara kolaboratif antara Pendidik dan peserta didik, menyusun jadwal pelaksanaan, dan memonitor serta menguji hasil proyek.

          Pentingnya pembelajaran kolaboratif dan partisipatif di bawah bimbingan pendidik dijelaskan dalam artikel ini, yang memberikan perhatian khusus pada evaluasi hasil proyek melalui presentasi atau penyajian. Selanjutnya, Pembelajaran ini merupakan proses evaluasi pengalaman, di mana peserta didik dan Pendidik merefleksikan perjalanan mereka dalam proyek tersebut, menyajikan pandangan pribadi serta membangun diskusi untuk memahami tantangan dan keberhasilan yang muncul selama implementasi model PJBL.

          Pembelajaran ini bukan hanya memberikan pemahaman mendalam tentang PJBL, tetapi juga memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran geografi. Dengan memberikan contoh penerapan dan langkah-langkah praktis dan menjadi sumber informasi yang berharga bagi para pendidik yang ingin memperkaya pengalaman belajar siswa mereka melalui model pembelajaran inovatif ini.

         Sintak Model Pembelajaran Project Based Learning Bagi Pendidik yang ingin mencoba menggunakan model project based learning di kelas, Pendidik harus mengetahui sintak atau langkah-langkahnya terlebih dahulu, agar kegiatan pembelajaran berjalan lancar dan efektif. Adapun berikut beberapa sintak model pembelajaran project based learning, yaitu:

1. Menyiapkan Pertanyaan atau Penugasan Tugas Proyek Berikan pertanyaan kepada siswa untuk dapat mendorongnya untuk melakukan suatu aktivitas atau proyek dalam kehidupan sehari-hari. Pendidik dengan membuat satu pertemuan dengan rencana proyek di kelas. Dalam pertemuan tersebut, khususnya untuk menemukan permasalahan saja. Misalnya pada pelajaran Geografi dalam CP lingkungan hidup, cari masalah tentang polusi, global warming, atau pengolahan limbah yang ramah lingkungan.

2. Mendesain Perencanaan untuk Proyek Perencanaan ini harus secara kolaboratif antara Peserta didik sebagai pengajar dan siswa. Perencanaan ini dilakukan supaya semua pihak merasa memiliki atas proyek tersebut. Dalam perencanaan, yang dibicarakan adalah tentang kegiatan pendukung yang akan dilakukan, alat dan bahan yang dibutuhkan, dan aturan main untuk penyelesaian proyek tersebut.

3. Menyusun Jadwal Pelaksanaan Penyelesaian Proyek Setelah mendesain perencanaan, susunlah jadwal. Dalam tahap ini, aktivitas yang dilakukan adalah: • Membuat timeline penyelesaian proyek • Membuat deadline penyelesaian proyek • Merencanakan cara pemecahan yang baru dengan peserta didik • Membimbing peserta didik saat membuat hal-hal yang kurang berhubungan dengan proyek • Peserta didik diminta membuat penjelasan alasan tentang pemilihan cara baru tersebut

4. Memonitor peserta didik dan Progres dari Proyeknya.

5. Menguji Hasil Pengujian hasil proyek yang dilakukan peserta didik dapat dilakukan melalui presentasi atau penyajian proyek.

6. Evaluasi      Pengalaman Tugas guru untuk membimbing proses pemaparan proyek dan menanggapi hasil proyek peserta didik sudah selesai.

             Pendidik sebagai pengajar bertanggung jawab untuk melakukan monitor dan mengikuti aktivitas peserta didik selama mereka menyelesaikan proyek. Proses monitoring progres proyek peserta didik ini dapat dilakukan dengan menggunakan rubrik khusus. Rubrik tersebut berguna untuk merekam keseluruhan aktivitas penting. Peserta didik tugasnya adalah untuk melakukan pengecekan atas kerja mereka sendiri. Apakah tugasnya sudah sesuai dengan tahap perkembangan proyeknya atau belum. Dengan melakukan ini maka akan memungkinkan mereka untuk terus melakukan perbaikan. Pada akhirnya, diperoleh suatu proyek yang sudah sesuai dengan kriteria penugasan yang diberikan sejak awal.. Pendidik sebagai pengajar akan mengukur ketercapaian kompetensi siswa pada tahap ini. Di tahap ini, Pendidik dan siswa dapat sama-sama melihat dimana kekurangan dan kelebihan proyek yang mereka hasilkan. Pendidik akan membahas tentang kelayakan proyek yang telah dibuat oleh peserta didik. Peserta didik dari kelompok lain juga bisa memberikan masukan untuk sama-sama belajar.

          Pendidik dan peserta didik melakukan evaluasi yaitu dengan merefleksi dan membuat kesimpulan. Refleksi dilakukan oleh setiap peserta didik secara individu maupun kelompok di akhir penyelesaian proyek ini. Peserta didik akan sekaligus mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama melakukan dan menyelesaikan tugas proyeknya. Dalam tahap ini, Pendidik dan peserta didik mengembangkan diskusi untuk menjawab permasalahan di awal.

 

Posting Komentar untuk "Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada aspek fisik dalam konteks pembelajaran geografi di kelas XI SMA Peminatan"