UNGGAH UNGGUH BAHASA JAWA DI ERA MODERN
Arie Puji Astuti
SMA NEGERI 1 GROBOGAN
Unggah-ungguh bahasa Jawa lebih menekan dalam sistem tutur bahasa ketika berbicara dengan orang lain. Masyarakat jaman dahulu khususnya di Jawa Tengah sudah menerapkan aturan dan norma untuk saling menghormati dalam berkomunikasi. Selain berkomunikasi penggunaan unggah ungguh bahasa Jawa juga digunakan untuk sopan santun atau tingkah laku.Dalam bahasa Jawa unggah bermakna menaikan derajat seseorang yang sesuai dengan status martabatnya. Sedangkan kata ungguh memiliki arti lungguh (dalam bahasa Jawa) bermakna menempatkan atau kedudukan diri kita danorang lain yang diajak berinteraksi sesuai dengan martabanya.jadi unggah ungguh itu menghargai atau mendudukan orang lain sesuai dengan lungguhe (kedudukannya) dan siapa yang seharusnya di ungguh kan (dinaikkan), karena untuk menjaga orang yang akan kita ajak berinteraksi agar kembali mengikuti unggah ungguh pada diri kita.
Perlahan namun pasti, nilai-nilai unggah-ungguh mengalmi pergeseran yang bisa dilihat dari tutur bahasa generasi Jawa saat ini. Banyak generasi yang tidak mau atau enggan karena merasa malu ketika bertutur kata menggunakan bahasa ngoko apalagi bahasa krama. Karena pelajar sekarang menginginkan semua serba instan dan akhirnya tidak memiliki rasa ingin belajar, menurut mereka unggah-ungguh bahasa Jawa dianggap rumit dan menyusahkan.
Harus diketahui bahwa ungguh-ungguh bahasa Jawa dibagi dalam dua kelompok, yaitu bahasa ngoko dan bahasa krama.
1. Bahasa Ngoko
a. Ngoko Lugu yaitu bahasa ngoko yang tidak tercampur dengan bahasa krama, biasanya digunakan oleh masyarakat Jawa pada umumnya.
b. Ngoko Alus yaitu bahasa ngoko yang sudah tercampur dengan bahasa krama, digunakan berbicara dengan saudara yang lebih tua.
2. Bahasa Krama
a. Krama Lugu yaitu bahasa krama yang kata-katanya lugu tidak tercampur dengan bahasa krama inggil dan digunakan sesama bangsawan yang sudah akrab atau saling mengenal.
b. Krama Alus yaitu bahasa krama yang kata-katanya halus dan bercampur dengan bahasa krama inggil, digunakan ketika murid berbicara kepada gurunya dan anak ke orang tua.
Bahasa Jawa yang saat ini sabagai bahasa daerah semakin jarang digunakan, apalagi menggunakan ungguh ungguh bahasa. Karena pola asuh yang dari kecil untuk berkomunikasi lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia bahkan bahasa Inggris. Budaya nasioanl merupakan kumpulan dari budaya daerah yang didalamnya ada bahasa, baik bahasa nasional maupun bahasa daerah. Agar budaya tersebut tidak hilang tergerus era modern saat ini kita tidak hanya nguri-nguri bahasa nasional akan tetapi juga bahasa daerah karena itu merupakan satu paket.
Penerapan dalam menggunakan ungguh-ungguh bahasa bukan perkara yang mudah karena tidak teori saja akan tetapi pembiasaan yang harus dilakukan setiap hari. Seseorang bisa disebut memiliki unggah ungguh apabila etika, kebiasaan yangdilakukannya dalam kehidupan sehari-hari sesuai adat yang berlaku. Unggah ungguh sangat diperlukan dalam menjalani semua aktivitas, karena dengan itulah kehidupan bermasyarakat akan nyaman, tentram, dan aman.

Posting Komentar untuk "UNGGAH UNGGUH BAHASA JAWA DI ERA MODERN"