Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hubungan Perkembangan Otak Anak dengan Pembelajaran Bahasa Inggris

Oleh Ike Meilani Viktoria Putri, S.S.
SMP N 6 PURWODADI

Masa kanak-kanak merupakan periode penting bagi perkembangan otak anak, termasuk perkembangan kognitif dan linguistik. Periode ini juga merupakan waktu yang optimal untuk mempelajari bahasa baru. Artikel ini membahas hubungan antara perkembangan otak anak dengan pembelajaran bahasa Inggris, khususnya di tingkat SMP.

Pendahuluan

Otak anak mengalami perkembangan pesat selama masa kanak-kanak. Pada periode ini, terjadi pertumbuhan dan pembentukan jaringan saraf yang kompleks, yang mendukung berbagai fungsi kognitif dan linguistik.

Perkembangan kognitif anak mengacu pada kemampuan mereka untuk berpikir, belajar, dan memahami informasi. Perkembangan linguistik anak mengacu pada kemampuan mereka untuk memahami dan menggunakan bahasa.

Hubungan dengan Pembelajaran Bahasa Inggris

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara perkembangan otak anak dan pembelajaran bahasa Inggris. Berikut beberapa temuan penelitian:

  • Area otak yang terlibat dalam pembelajaran bahasa Inggris:
    • Area Broca: Terlibat dalam produksi bahasa, seperti berbicara dan menulis.
    • Area Wernicke: Terlibat dalam pemahaman bahasa, seperti mendengarkan dan membaca.
    • Hippocampus: Terlibat dalam memori dan penyimpanan informasi.
    • Cerebellum: Terlibat dalam koordinasi dan kontrol motorik, yang penting untuk pengucapan bahasa.
  • Periode kritis: Periode waktu optimal untuk mempelajari bahasa baru. Periode kritis untuk mempelajari bahasa Inggris diperkirakan terjadi antara usia 0-12 tahun.
  • Neuroplastisitas: Kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi. Otak anak memiliki neuroplastisitas yang tinggi, sehingga mereka lebih mudah mempelajari bahasa baru dibandingkan orang dewasa.

Implikasi bagi Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP

Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi bagi pembelajaran bahasa Inggris di SMP:

  • Pentingnya memulai pembelajaran bahasa Inggris sejak dini: Memanfaatkan periode kritis untuk mempelajari bahasa Inggris.
  • Pendekatan pembelajaran yang interaktif dan engaging: Melibatkan area otak yang berbeda dan meningkatkan motivasi belajar.
  • Penggunaan media dan teknologi: Meningkatkan interaksi dan memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya.
  • Penciptaan lingkungan belajar yang positif dan mendukung: Meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi anak untuk belajar bahasa Inggris.

Kesimpulan

Perkembangan otak anak memiliki hubungan yang erat dengan pembelajaran bahasa Inggris. Guru bahasa Inggris di SMP dapat memanfaatkan pengetahuan tentang perkembangan otak anak untuk merancang pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan.

Daftar Pustaka

  • Dehaene, S. (2009). Reading in the brain: The science of a human invention. Viking Penguin.
  • Kuhl, P. K. (2010). Brain mechanisms in early language acquisition. Neuron, 67(5), 713-727.
  • Lenneberg, E. H. (1967). Biological foundations of language. John Wiley & Sons.
  • Newport, E. L. (2007). Critical periods in language acquisition: The critical period hypothesis. Encyclopedia of language and linguistics, 2, 615-622.
  • Pinker, S. (1994). The language instinct: How the mind creates language. William Morrow.

Posting Komentar untuk "Hubungan Perkembangan Otak Anak dengan Pembelajaran Bahasa Inggris"