Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 GROBOGAN

 

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MATA PELAJARAN EKONOMI

DI SMA NEGERI 1 GROBOGAN

Angella Puspita Veranica, S.Pd.

2021

 

Abstrak

Permasalahan yang sering saya hadapi dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran ekonomi didalam kelas, yaitu hasil belajar tidak tercapai karena metode pembelajaran kurang menarik/ monoton. Faktor penyebab karena kurangnya kualitas penyelenggaraan pembelajaran di sekolah, diantaranya; penggunaan metode pembelajaran yang tidak tepat guna dengan materi yang akan disampaikan. Dikarenakan kemampuan pendidik dalam pengelolaan kelas baik dalam proses mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran masih kurang karena adanya beban administratif sehingga mengurangi waktu guru untuk memikirkan desain pembelajaran yang ideal dan tepat untuk siswa. Dilihat dari hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri 1 Grobogan pada pelajaran Ekonomi belum optimal. Hal ini di karenakan metode pembelajaran yang digunakan belum bervariasi, yaitu masih menggunakan metode konvensional dimana guru sebagai pusat belajar sehingga siswa menjadi kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Untuk meningkatkan hasil belajar tersebut, maka di perlukan penerapan model pembelajaran yang aktif dalam kegiatan belajar siswa. Salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Karena pembelajaran kooperatif merupakan suatu metode pembelajaran kelompok (diskusi) yang terstruktur dan menekankan cara berfikir aktif. Dimana dengan siswa ajak oleh guru untuk berfikir aktif dalam berkerjasama di dalam kegiatan pembelajaran, insyaallah akan berakibat pada hasil belajar siswa yang positif (ketercapaian hasil belajar).

Kata Kunci : Metode Pembelajaran Kooperatif, Konvensional

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Ekonomi merupakan salah satu studi peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah menengah atas yang di pandang penting untuk di ajarkan pada siswa. Oleh sebab itu pembelajaran ekonomi perlu untuk ditingkatkan, karena saat ini masih banyak siswa yang berpendapat dan beranggapan bahwa pelajaran ekonomi adalah mata pelajaran yang sukar dipahami dan membosankan khususnya bagi siswa yang mengambil jurusan IPS di tingkat SMA. Dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas guru biasanya cenderung menggunakan model pembelajaran konvensional. Dimana model pembelajaran konvensional merupakan model pembelajaran yang dilakukan guru dengan metode ceramah, siswa mendengarkan serta mencatat materi yang ditangkan oleh guru kemudian Latihan soal. Sehingga masih banyak dari siswa yang mudah merasa bosan, jenuh, dan berakibat sulit dalam memahami mata pelajaran ekonomi di dalam proses belajar. Dilihat dari hal tersebut, maka seorang guru perlu mengusahakan agar pembelajaran yang diajarkan kelihatan menarik, dan tidak terlihat membosankan. Di sini guru dituntut untuk pandai dalam mengkombinasikan berbagai metode mengajar yang tepat untuk menyampaikan suatu pokok bahasan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Suatu tantangan bagi guru adalah bagaimana cara penyampaian materi pelajaran ekonomi yang baik dan efektif supaya siswa dapat menyerap dan memahami apa yang diterangkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran tersebut.

 

PEMBAHASAN

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa khususnya kelas XII di SMAN 1 Grobogan berdasarkan kajian literatur, wawancara pakar dan wawancara teman sejawat adalah:

1.     Materi yang akan disampaikan guru harus dapat diintegrasikan dengan kehidupan sehari-hari oleh siswa misalkan mengambil contoh materi laporan keuangan yang ada diperusahaan atau badan usaha.

2.     Sumber belajar atau literasi siswa tidak hanya dari buku teks saja, tetapi bisa juga dari berbagai literasi seperti internet dan media belajar lainnya.

3.     Menggunakan model pembelajaran kooperatif, ceramah dan tanya jawab. Saya menggunakan strategi ini di karenakan dengan menggunkan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar ekonomi peserta didik dalam memecahkan masalah sehingga di kegiatan pembelajaran ini peserta didik lebih aktif dan banyak terlibat (students centered).

4.     Media ajar yang digunakan dengan LCD untuk power point dan handphone untuk tambahan literasi belajar siswa.

5.     Penggunaan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dengan model Pembelajaran kooperatif (materi laporan keuangan) adalah sebagai berikut;

1.     Guru memotivasi dengan memaparkan tujuan pembelajaran yang akan di ajarkan.

2.     Guru menjelaskan mengenai materi laporan keuangan pada akuntansi perusahaan jasa sehingga peserta didik memperoleh gambaran umum mengenai laporan keuangan pada siklus akuntansi perusahaan jasa dengan menggunakan LCD (power point).

3.     Guru membagi peserta didik menjadi kelompok. Pembagian kelompok siswa bisa memilih sendiri, akan tetapi akan lebih baik guru yang membagi kelompoknya supaya anggota kelompoknya merata dimana tidak ada kelompok aktif dan kelompok pasif.

4.     Guru membagikan LKPD kepada masing-masing kelompok untuk didiskusikan dikelompoknya. Guru mengamati peserta didik pada proses mengumpulkan informasi.

5.     Guru mengarahkan siswa untuk bertanya apabila mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Guru memperhatikan peserta didik untuk mengungkapkan perasaan apa adanya dalam proses pembelajaran. Guru mengamati kegiatan peserta didik pada proses belajar menalar. Aspek sosial yang diamati yaitu “membuat laporan keuangan berdasarkan data atau informasi apa adanya”. Guru mengamati kegiatan peserta didik pada proses belajar mengkomunikasikan materi pembelajaran dengan presentasi.

6.     Memberikan penghargaan kepada siswa setelah dilakukan evaluasi pembelajaran. Penghargaan tidak harus berupa materi, tapi bisa berupa tambahan nilai atau memberi tepuk tangan.

Tantangan yang ingin dicapai untuk meningkatkan penggunaan model pembelajaran kooperatif yang mampu meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa adalah

1.   Rendahnya motivasi dan minat belajar ekonomi peserta didik karena anggapan mata pelajaran ekonomi itu sulit dan membosankan.

2.   Rendahnya minat baca siswa dikarenakan faktor internal dan eksternal yaitu secara psikologis yang mempengaruhi rasa percaya diri.

3.   Penggunaan model dan metode pembelajaran yang variatif, inovatif, tepat, dan optimal sehingga kegiatan pembelajaran tidak hanya dengan metode ceramah saja.

4.   Terbatasnya sarana dan prasarana di sekolah, yaitu seperti koneksi internet

5.   Keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dan diskusi kelompok.

 

KESIMPULAN

1.   Model pembelajaran kooperatif merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dimana di dalamnya terdapat enam fase pembelajaran yaitu mrnyampaikan tujuan dan persiapan, menyajikan informasi, mengorganisasi, membantu/ bekerjasama, mengevaluasi dan memberikan penghargaan.

2.    Model pembelajaran konvensional merupakan pendekatan pembelajaran yang umum dilakukan dalam proses pembelajaran dimana guru sebagai pemberi materi dengan ceramah dan siswa mendengarkan serta mencatat yang sudah guru ajarkan kemudian diakhiri latihan soal.

3.   Hasil belajar yang menjadi acuan dari pembuatan artikel ini adalah hasil belajar mata pelajaran ekonomi materi laporan keuangan kelas XII SMA Negeri 1 Grobogan.

4.    Penggunaan model pembelajaran kooperatif sebenarnya juga terdapat kelemahan dimana menumbuhkan sikap ketergantungan siswa terhadap temannya yang dianggap aktif karena pasti terdapat siswa yang masih takut untuk mengemukakan pendapat, ide, atau gagasan dalam kelompok belajarnya. Selain itu ketidak kemampuan siswa dalam menerapkan model ini maka berakibat pada tersitanya waktu didalam kegiatan pembelajaran.

5.      Keberhasilan penggunaan model pembelajaran kooperatif dikarenakan dalam pembagian kelompok belajar siswa di pilihkan oleh guru untuk memeratakan kelompok belajar siswa untuk menghindari adanya kelompok belajar yang pasif sehingga tercipta proses diskusi yang aktif dan kondusif. Selain itu guru juga harus mengetahui karakteristik siswa yang cenderung heterogen dengan kondisi intern dan ekstern yang berbeda. Di sini saya membagi kelompok dengan melihat hasil akhir belajar siswa di semester sebelumnya. Apabila terdapat pembagian kelompok belajar yang merata maka akan berakibat juga pada proses pembelajaran yang kondusif dimana sesuai dengan waktu pembelajaran sesuai dan hasil belajar siswa tercapai.





2 komentar untuk "MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 GROBOGAN"