Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)
LK 3.1 Menyusun Best Practices
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)
Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
Nama : Riska Ajibudiarta
Prodi : Pendidikan Fisika Universitas Syiah Kuala
|
Lokasi |
SMA Negeri 1 Grobogan |
|
Lingkup Pendidikan |
Sekolah Menengah Atas |
|
Tujuan yang ingin dicapai |
Dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (orientasi siswa pada masalah, mengorganisasi siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.) dan Pendekatan Scientific Learning (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan informasi dan mengkomunikasikan) dalam materi azas kontinuitas ini diharapkan siswa dapat (kognitif disebutkan) serta terbentuk sikap tanggung jawab, disiplin , jujur dan bekerjasama dengan baik. |
|
Penulis |
Riska Ajibudiarta, S.Pd |
|
Tanggal |
Selasa, 13 Desember 2022 |
|
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.
|
Kondisi yang melatarbelakangi masalah di sekolah selama ini yaitu: 1. Peserta didik masing kurang percaya diri mengutarakan pendapat di depan kelas 2. Peserta didik tidak berani bertanya selama proses pembelajaran jika mengalami kesulitan 3. Peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal HOTS 4. Peserta didik mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep fisika dengan penerapan teknologi sehari-hari 5. Peserta didik belum maksimal dalam penggunaan teknologi untuk membantu pembelajaran. Masalah kondisi tersebut dikarenakan pembelajaran yang dilaksanakan guru tidak menggunakan model pembelajaran inovatif dan kontekstual, pembelajaran berlangsung monoton dan lebih didominasi dengan metode ceramah sehingga pembelajaran hanya terpusat pada guru bukan peserta didik. Pembelajaran seperti ini belum mendorong peserta didik untuk aktif berpendapat, bertanya dan berpikir kritis. Padahal pembelajaran abad 21 dituntut untuk mencakup kompetensi 4C (critical thinking, collaboration, creative dan communicative). Praktik yang baik ini penting dibagikan karena terkhusus bagi saya sendiri dapat menjadi motivasi untuk selalu mengembangkan diri dan selalu berinovasi dalam mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan sehari-hari. Selain itu juga, diharapkan dapat menjadi referensi bagi rekan-rekan pendidik. Praktik baik ini perlu dibagikan agar seluruh pendidik bergerak bersama untuk melakukan model pembelajaran inovatif yang sesuai implementasi Kurikulum Merdeka baik dengan model pembelajaran Discovery/Inquiry Learning, model Problem-based Learning (PBL), maupun model Project based Learning (PjBL). Diharapkan dengan model pembelajaran inovatif dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial, dan mengembangkan rasa keingintahuan sehingga peserta didik lebih nyaman dan merdeka sesuai kodrat dan zamannya.
|
|
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,
|
Tantangan yang saya hadapi untuk mencapai tujuan, yaitu: 1. Penyesuaian jam jadwal PPL yang akan dilaksanakan karena bertepatan dengan kegiatan meeting kelas 2. Persiapan teknis seperti pengadaan tripod, kamera, speaker dan LCD proyektor serta koneksi internet membutuhkan waktu tambahan karena belum semua tersedia di ruang kelas 3. Masih ada peserta didik yang kurang aktif dalam kegiatan diskusi karena kurang kerjasama dan kurang peduli 4. Masih ada peserta didik yang belum percaya diri untuk menyampaikan pendapatnya di depan kelas
Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu: 1. Saya sendiri sebagai pengajar di kelas 2. Ibu Dra. Elisa, M.Si sebagai Dosen Pamong dan Ibu Dra. Syamsyiah sebagai Guru Pamong yang memberikan pengetahuan dan bimbingan dalam penyusunan rencana aksi. 3. Bapak Drs. H. Kusmono Hadi, M. Si. selaku Kepala SMA Negeri 1 Grobogan 4. Bapak Robertus Endra Ary Wibawa, S.I.Pust , rekan yang membantu dalam pelaksanaan PPL. 5. Peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Grobogan sebagai subjek dalam kegiatan pembelajaran. |
|
Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini
|
Menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari Modul ajar, LKPD, Media, Asesmen dan bahan Ajar tentang materi azas kontinuitas yang akan digunakan berbasis model pembelajaran Problem based Learning. Dimana, media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran PBL materi azas kontinuitas ini yaitu Phet colorado untuk memperlihatkan proses dan gambaran aliran fluida yang mengalir pada dua penampang pipa. Situs Phet Colorado sudah dipersiapkan untuk bisa diakses sendiri oleh siswa dengan cara melakukan akses melalui browser di LKPD dan di bantu berbagi alamat di group kelas. Selain itu, peneliti juga menggunakan media presentasi berupa slide canva dalam menyampaikan materi serta google form sebagai media pengerjaan tes sumatif di akhir pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran problem based learning dalam digunakan dalam pembelajaran dengan materi azas kontinuitas diharapkan dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dalam berdiskusi dan dapat mengembangkan kemampuan untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk mengkonstruksi pengetahuan baru. |
|
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut
|
Dampak dari
aksi tersebut adalah peserta didik yang Faktor ketidak berhasilan Penerapan model pembelajaran PBL dapat
|

keren pak Riska
BalasHapus